Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Dua pria tewas dalam kecelakaan helikopter di Selangor, Malaysia, setelah dua heli tersebut bertabrakan di udara pada Minggu, (8/11/2020). Kedua pria yang menjadi korban diidentifikasi sebagai Mohamed Sabri Baharom, 56 tahun, yang tinggal di Wangsa Melawati, dan Mohd Irfan Fikri Mohamed Rawi, 41 tahun, dari Pengkalan Chepa, Kelantan.
Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor Norazam Khamis mengatakan kecelakaan itu melibatkan dua helikopter, masing-masing berwarna biru dan merah. Adapun korban tewas berasal dari helikopter biru.
“Kedua helikopter itu diyakini bertabrakan di udara. Helikopter biru itu jatuh sementara satu lagi berhasil melakukan pendaratan darurat,” katanya.
Baca juga : Helikopter Afganistan bertabrakan saat bertempur dengan milisi Taliban
Kecelakaan helikopter Blackhawk di Kolombia hilangkan 11 tentara
Helikopter dan ban cadangan dipakai selundupkan pinang di PNG
Sementara dua orang dari helikopter merah adalah seorang pria dan seorang perempuan masing-masing berusia 66 dan 51 tahun, kata Norazam.
Polisi mengidentifikasi korban tewas sebagai pilot, Mohamed Sabri Baharom, yang pernah bersama Angkatan Laut Malaysia, dan penumpang Mohd Irfan Fikri Mohamed Rawi, seorang pengusaha.
Helikopter lainnya, yang juga membawa dua orang, berhasil mendarat dengan selamat di dekat lapangan sekolah. Di dalamnya ada mantan CEO Malaysian Airline System Berhad Datuk Ahmad Jauhari Yahya, 66 tahun, seorang pilot, dan seorang penumpang perempuan, Tan Chai Eian, 51 tahun.
Peristiwa yang melibatkan helikopter jenis G2CA (9M-HCA & 9M-HCB) terjadi saat pelatihan penerbangan, saat mereka sedang menuju dari Bandara Sultan Abdul Aziz di Subang menuju Genting Sempah. Sementara itu, polisi dan petugas pemadam kebakaran masih dalam proses memindahkan puing-puing helikopter 9M-HCB dari lokasi kejadian.
Polisi juga menutup jalan untuk lalu lintas sekitar 100 meter dari lokasi dekat Apartemen Hillside di Jalan Taman Melawati.
Aktivitas pelatihan penerbangan, termasuk yang dilakukan di bawah perusahaan swasta, tidak dibatasi selama periode perintah kontrol pergerakan bersyarat (CMCO), menurut sumber dari Kementerian Transportasi.
“Ini karena (pelatihan penerbangan) tidak tercantum dalam kegiatan yang melarang sekolah terbang bisa beroperasi sesuai SOP (prosedur operasi standar),” kata sumber kepada Bernama.
Pemeriksaan oleh Bernama pada SOP transportasi menemukan bahwa layanan penerbangan umum termasuk operasi bisnis dan jet pribadi diizinkan selama CMCO atau lockdown Covid-19 Malaysia.
Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan keluarganya hari ini menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari dua orang yang tewas dalam kecelakaan helikopter di Taman Melawati.
Dalam unggahan Facebook-nya, perdana menteri Malaysia itu mendoakan keluarga korban dan agar bersabar dalam tragedi ini. (*)
Editor : Edi Faisol
