Papua No. 1 News Portal | Jubi,
Sentani, Jubi – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh yang ikut dalam kampanye terbuka, memberikan apresiasi serta kekagumannya terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal. Menurutnya, Lukmen adalah pasangan yang sudah membuktikan diri membangun Papua.
"Saya sangat kenal baik Lukmen. Mereka saya anggap sebagai adik saya. Kalau mereka gagal sayalah yang paling malu. Karena itu dia tidak boleh gagal. Kita butuh dukungan lahir dan batin kepada Lukmen. Bukan karena retorika teriakan tapi karena lahir dari hati," kata Surya Paloh saat orasi politiknya di kampanye terbuka Lukmen yang berlangsung di Lapangan Theis Eluay, Kamis (1/3/2018).
Menurutnya, Papua membutuhkan stabilitas keamanan untuk pembangunan. Selain itu, kemandirian untuk bangkit juga menjadi salah satu kunci keberhasilan. Untuk itu, NasDem dengan gerakan perubahan ingin mengajak seluruh rakyat Papua untuk membuka pola pikir mendukung gagasan kebangkitan dan kemandirian yang diusung Lukmen.
"Matahari terbit dari Timur, tiada artinya tanpa Papua. Oleh karena itu sebagai NKRI, Papua sangat berharga bagi Indonesia. Sepanjang semangat persaudaraan maka Papua justru menjadi benteng penjaga NKRI. Indonesia membutuhkan Papua sebagai teladan. Mulai dari atlet, seniman, politisi dan pengusaha hebat," ujarnya.
Papua yang memberikan energi kepada saudara dari seluruh persada tanah air, dan ini merupakan tanah kenyataan dan itulah yang menjadi amanah yang diberikan pendiri bangsa ini, untuk dinyatakan kepada seluruh masyarakat, jika negara ini NKRI, yang terbentang dari Sabang hingga ke Merauke.
“Jika ada anak-anak bangsa yang masih anggap Papua sebelah mata, dan berpikir kurang sehat terhadap saudara yang masih adik di Papua, saya katakan mereka akan terpinggirkan oleh semangat NKRI yang kita miliki. Tidak ada alasan untuk khawatir,” katanya.
Kata Surya Paloh, negara ini sangat strategis. Dimana, Indonesia secara geografis diapit oleh samudera besar, benua besar dengan garis pantai lebih dari 92 ribu KM, dengan jumlah penduduk masuk dalam empat terbesar dunia. Sehingga jangan samakan pemikiran yang besar dengan sekelompok orang yang berpikiran sempit.
“Saya titipkan harapan ini kepada saudara-saudara saya di Papua, sakitnya saudara saya di Papua sama seperti sakitnya saya. Saya katakan ini berpuluh-puluh tahun lalu bahwa saya saudara kandung dengan saudara saya di Papua,” ujarnya.
Surya Paloh masih dalam orasinya berpesan, Partai Nasdem yang ada di Papua harus ikut berjuang untuk Papua, untuk Lukmen dan selanjutnya untuk Nasdem, karena itu lebih berharga. Indonesia butuh komitmen dengan semangat kebangsaan.
“Saya mengenal dua tokoh Lukas dan Klemen, secara dekat dan saya nyatakan kalau mereka berhasil pimpin Papua periode kedua, maka tidak ada yang lebih bangga diluar dirinya kecuali diri saya pribadi, dan saya minta Lukmen tidak boleh gagal, sehingga mari berikan dukungan lahir dan batin untuk Lukmen,” ucapnya.
“Itulah dukungan mulia, bukan karena retorika teriakan semata, tapi jiwa kita ada keikhlasan untuk mereka, dan itu didukung dengan doa, dukungan dan kekompakan bersama dan koalisi Parpol pendukung dengan pemikiran hebat. Dan saya nyatakan bumi Papua akan menjadi saksi, mereka akan dilantik sebagai gubernur dan wakil periode kedua,” sambungnya lagi.
Ditempat yang sama, Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit, Mathius Awoitauw menambahkan, Indonesia butuh stabilitas pembangunan khususnya di Papua. seperti yang dikatakan Lukas Enembe, tidak mungkin bisa mandiri kalau tidak ada kepercayaan, maka semua masyarakat Papua harus berpikir dengan semangat percaya diri dan berpikir. Resepnya tidak mempermainkan akal.
“Tema politik Nasdem adalah gerekan perubahan yang mengubah cara berpikir kita dan jangan permainkan akal sehat. Saya inginkan rakyat Papua menjadi pionir utama gerakan perubahan, bahkan mampu jadi contoh di suluh persada bahwa Papua mengerti dimana kekurangan serta kelebihan dan kebodohan,” kata Awoitauw yang juga Bupati Kabupaten Jayapura tersebut.
Awoitauw menyebut, jika disiplin nasional saat ini masih rendah, tapi Papua harus kuat, dengan cara mendisiplikan diri sendiri dulu. Caranya kata dia, jika ada aturan undang-undang harus diikuti, serta melakukan disiplin secara nasional, yang dibangun dari Papua. Agar ada kemandirian baru dengan memperjuangkan kesejahteraan, karena tidak mungkin semuanya bisa terlaksana jika berada dalam garis kemiskinan.
“Bangun rasa kemandirian dan hadirkan kesejahteraan bagi masayrakat, dan itulah salah satu tugas Lukmen untuk lebih bekerja keras dibanding periode sebelumnya. Dan mereka menyatakan kesiapaannya, saya percaya itu, dan itulah harapan,” ujarnya.
Dibagian lain, Ketua PKPI Papua Ramses Wally menjelaskan, Papua sangat penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Siapa yang tidak perhatikan Papua, adalah tidak nasionalis. Papua adalah garda terdepan NKRI yang selalu jaga kebhinekaan dan pluralis. Papua sangat penting bagi negara karena itu harus dipimpin oleh pemimpin berjiwa martir dan pahlawan,” katanya. (*)
