Sisi barat Pasar Skouw akan jadi terminal, pedagang tanya nasib

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Para pedagang yang menempati los sisi barat Pasar Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura sedikit bingung, memertanyakan keberadaan mereka di kemudian hari. Pasalnya, pemerintah akan membangun terminal kendaraan roda empat di atas tanah tempat lapak mereka berada.

Mustakin, salah satu pedagang kebutuhan rumah tangga mengaku dirinya sejak 10 tahun berjualan di pasar Skouw dan menyewa lapak dengan luas 3 x 6 meter tersebut seharga Rp400 ribu per bulan kepada pemilik tanah.

“Ada wacana, tetapi memang akan dibangun terminal di sepanjang sisi barat ini. Saya harap ketika dibangun terminal nantinya, pemerintah juga bisa memikirkan untuk memberikan kami lapak untuk tetap berjualan,” katanya kepada Jubi belum lama ini di Skouw.

Dikatakan, untuk los pasar yang telah dibangun berjumlah 304. Namun dari 304 los tersebut sudah dimiliki oleh para pedagang yang sudah didata oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua.

“Nah, kami ini yang tidak didata, karena lokasi kami berada di luar proyek pembangunan pasar yang sekarang,” ujarnya.

Padahal menurut Mustakin, dirinya dan beberapa pedagang yang menempati sisi barat dari Pasar Skouw tersebut bermukim atau menetap di wilayah tersebut sambil berjualan.

Yah, kalau memang nanti kami digusur, kami kami akan kembali ke wilayah Abepura. Tetapi kalau pemerintah menyediakan lahan untuk kami berjualan maka kami akan tetap menetap dan berjualan di sini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua, Max Olua mengatakan, aktivitas jual beli di pasar perbatasan RI-Papua Nugini yang berada di Skouw, sangat tinggi. Untuk itu, harus dibarengi dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga masyarakat yang datang berbelanja tetap merasa nyaman.

“Kami harap para pedagang tetap menjaga ketertiban, kebersihan maupun keamanan, sehingga masyarakat terutama masyarakat asal Papua Nugini yang biasanya belanja ke pasar tersebut tetap merasa nyaman untuk tetap berbelanja,” katanya.

Sekadar diketahui, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) kini telah rampung, namun ada beberapa fasilitas pendukung lainnya yang hingga kini masih dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah Pasar Skouw.

Total luas lahan pembangunan PLBN Skouw 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9.921 m2 meliputi pasar dan area komersial seluas 3600 m2, fasilitas umum (rest area, ATM Center, masjid, gereja), fasilitas sosial (plaza dan ruang terbuka hijau, gedung serbaguna, foodcourt, parkir kendaraan), pegawai, wisma Indonesia dan pos TNI/POLRI. (*)

 

 

Related posts