Operasi dilancarkan di dekat perbatasan dengan Mauritania, sekitar 150 kilometer sebelah barat laut Kota Mopti di Mali.
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Abidjan, Jubi – Serangan pasukan Prancis di Mali pada Sabtu (21/12/2019), telah menewaskan 33 anggota milisi. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan itu di dekat perbatasan dengan Mauritania.
“Pagi ini, atas jasa para prajurit kami dan pasukan Barkhane, kami berhasil melumpuhkan 33 teroris, menangkap satu orang dan membebaskan dua polisi Mali yang disandera,” kata Macron saat menyampaikan pidato di Pantai Gading.
Baca juga : PBB minta Prancis dan AS tutup pangkalan
Mengapa Prancis enggan negosiasi dengan Vanuatu?
Persiapan Prancis jelang referendum Kaledonia Baru
Tercatat Prancis yang pernah menjajah Mali, merupakan satu-satunya negara Barat yang menempatkan militernya dalam jumlah besar untuk melancarkan operasi melawan pemberontakan di Mali dan di Sahel, wilayah tandus Afrika Barat di bawah gurun Sahara.
Komando tentara Prancis memastikan jumlah anggota milisi yang tewas dalam operasi serangan.
Operasi dilancarkan di dekat perbatasan dengan Mauritania, sekitar 150 kilometer sebelah barat laut Kota Mopti di Mali. Lokasi tersebut berbeda dengan sebuah daerah di Mali tempat 13 tentara Prancis tewas pada November dalam kecelakaan helikopter. (*)
Editor : Edi Faisol
