Sepi pembeli, penghasilan penjual komoditas pangan menurun

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Penjualan komoditas pangan seperti keladi, ubi jalar, bete, dan singkong di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua, sejak setahun terakhir sepi pembeli.

Menurut Carolina Waroy, penjual komoditas pangan di pasar itu, penghasilannya dalam sehari menurun drastis. Sebelumnya Rp1 juta dalam sehari, kini hanya Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.

Harga komoditas pangan yang dijual Carolina bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. Betatas ungu misalnya, satu tumpuk ukuran besar delapan buah harga Rp50 ribu. Sedangkan ukuran kecil dan sedang Rp10-20 ribu.

"Barangnya banyak, tapi sekarang sepi pembeli, kalau Natal betetas ungu bisa Rp100 ribu satu tumpuk, pembelinya warga Kota Jayapura dan warga Papua Nugini, mereka borong kalau lagi acara, ibu rumah tangga paling satu tumpuk saja, satu karung habis empat hari," ujar Carolina kepada Jubi, Selasa (22/11/2016).

Penjual komoditas pangan lainnya, Jurina Wenda mengatakan, rata-rata penghasilannya sehari hanya Rp500 ribu. Padahal sebelumnya bisa Rp1,5 juta. Jurina mendatangkan dagangannya dari Arso dan Koya.

Satu karung diambilnya dengan harga bervariasi, sesuai jenis pangan. Pangan jenis betatas ungu satu karung Rp700 ribu yang sebelumnya Rp500 ribu.

"Kalau satu jenis saja saya ambil satu karung itu bisa habis tiga hari, harus modal banyak, kalau ambil harga Rp1 juta bisa untung kadang Rp500 ribu hingga Rp1 juta, pembeli baru ramai saat Natal, karena dong beli buat acara, pasti ambil borong," ujarnya. (*)

Related posts