Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura mengimbau kepada seluruh pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan agar segera masuk ke dalam pasar agar menghidupkan kembali aktivitas perekonomian paska ditutup 12 Mei 2020.
“Saya minta segera tertibkan agar kota ini tidak terkesan kumuh dan dapat menganggu aktivitas lalu lintas,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (2/6/2020).
Menurut Tomi Mano, hal itu dilakukan karena Pasar Hamadi dan Tempat Pelelangan Ikan Hamadi, sudah dibuka kembali sehingga pedagang tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan.
“Adanya pedagang di pinggir jalan juga membuat pembeli tidak mau ke dalam pasar sehingga pasar sepi tidak ada pembeli. Saya berharap kesadaran pedagang dapat terus ditingkatkan demi kelancaran aktivitas jual beli di dalam pasar,” ujar Tomi Mano.
Tomi Mano menambahkan, kepada semua pedagang di pasar tradisional di Kota Jayapura agar menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, memakai sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, menyiapkan handsanitizer, dan menjaga jarak.
“Mari bersama-sama melawan virus korona supaya kita bisa beraktivitas dengan normal, aktivitas perekonomian juga lancar,” ujar Tomi Mano.
Seorang penjual sayur di Jalan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Maria Tabuni, mengatakan memilih tetap bertahan jualan di pinggir jalan karena Pasar Hamadi sepi pembeli, bila dibandingkan jualan di pinggir.
“Orang mau ke pasar takut korona. Saya pernah balik jualan ke pasar tapi saya tidak laku karena sepi pembeli. Kalau jualan di sini (depan kantor PT Pelni Jayapura) orang tidak perlu lagi ke pasar. Memang lakunya tidak seberapa tapi masih bisa laku,” ujar Tabuni. (*)
Editor: Edho Sinaga
