Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge mengatakan, dalam seleksi Majelis Rakyat Papua (MRP) jangan sampai ada calon yang lompat wilayah seperti yang terjadi pada seleksi 14 kursi beberapa waktu lalu.
"Proses seleksi yang sedang berlangsung di wilayah adat sudah bagus. Tapi saran kepada panitia agar berpedoman pada aturan. Para calon jangan lompat wilayah adat. Kan semua sudah jelas. Keterwakilan agama sekian kursi, perempuan sekian dan adat sekian. Nanti akan diambil dari setiap wilayah adat," kata Emus menjawab pertanyaan Jubi, Rabu (27/4/2017).
Katanya, ia mendapat informasi, ada calon anggota MRP yang berasal dari wilayah adat lain, namun ikut seleksi di wilayah adat yang bukan daerah asalnya. Untuk itu, panitia pemilihan disarankan terbuka kepada masyarakat di semua wilayah adat. Jangan ada informasi yang disembunyikan.
"Di Papua ini ada 250 suku. Jangan ada suku yang mendominasi. Kita kan tahu marga ini, berasal dari wilayah adat mana. Jadi kalau ada yang masuk ke wilayah adat lain, ketahuan," katanya.
Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda berharap, tahapan seleksi anggota MRP rampung tepat waktu.
"Kami berharap tahapan rekrutmen calon anggota MRP ini rampung dalam waktu dekat, sehingga mereka bisa dilantik sesuai jadwal yang sudah ditetapkan," ujar Wonda.
Menurutnya, MRP berperan penting dalam tahapan pemilihan gubernur (pilgub) Papua 2018 mendatang. Sebagai lembaga kultur orang asli Papua, MRP akan memverifikasi keaslian bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua. (*)
