Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,
Sentani, Jubi – Sejumlah pimpinan Gereja dari beberapa denominasi gereja di Kabupaten Jayapura menggagas pertemuan dengan bupati Jayapura nonaktif, Mathius Awoitauw.
Dalam pertemuan tersebut pihak gereja ingin mendengar secara langsung apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap pertumbuhan dan perkembangan generasi muda saat ini, khususnya di kabupaten itu semasa kempimpinannya lima tahun lalu.
Mathius Awoitauw yang hadir bersama istrinya, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw lalu didoakan para hamba Tuhan ini. Usai pertemuan tersebut kepada media ia mengatakan, pertemuan yang diprakarsai sejumlah pimpinan gereja di daerah ini hanya ingin mendengar secara langsung apa yang sudah dikerjakan bagi pengembangan pendidikan generasi muda di daerah ini.
“Selain kita sharing, tetapi juga mereka ingin memastikan apa yang sudah kita laksanakan dalam program kerja pemerintah daerah terkait peningkatan dan pengembangan sumber daya generasi muda kita di sini. Secara khusus di bidang pendidikan,” katanya kepada Jubi di Sentani, Kamis (15/12/2016).
Awoitauw mengakui dari apa yang dibicarakan ini memang banyak mengarah kepada sistem pendidikan.
“Ini sangat luar biasa karena ada dukungan dari komponen masyarakat, secara khusus pihak gereja. Pewaris dari bangsa ini tentunya nanti di tangan generasi kita saat ini. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk memberikan perhatian yang lebih serius lagi kepada genarasi kita berikutnya,” ujar Mathius.
Sementara itu, Agus Manigasi, salah satu pimpinan gereja Kingmi di Jayapura mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura saat ini. Secara khusus bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan terhadap generasi muda.
“Ini saatnya kita mempersiapakan generasi berikut setelah kita, karena tidak mungkin bagi generasi yang saat ini untuk terus memimpin dan melakukan semua yang ada di daerah kita yang tercinta ini. Tongkat estafet pemimpin pastinya akan pindah sejalan dengan waktu,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, “saya secara pribadi maupun kelembagaan sangat memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah di bawah kepemimpinan bapak Mathius Awoitauw yang terus menyuarakan hal-hal yang positif bagi masyarakat. Sebut saja kabupaten layak anak, kebangkitan masyarakat adat, dan juga zona integritas kerukunan umat beragama. Dalam kondisi yang seperti ini, sudah pantas bagi pemerintah untuk melaksanakan pembangunan yang mengarah kepada peningkatan hak-hak masyarakatnya sendiri,” katanya. (*)
