Sebut karyawan Freeport “pasukan nasi bungkus”, Omaleng dikecam

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya, Wilhelmus Pigai mengecam pernyataan Bupati Mimika, Eltinus Omelang yang menyebut demo karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017) adalah demo bayaran atau pasukan nasi bungkus yang dibiayai Freeport sendiri.

“Bupati Omaleng tidak harusnya mengeluarkan pernyataan kontroversi terkait demo itu. Yang bersangkutan adalah seorang kepala daerah. Harusnya menjadi pengayom dan bijaksana . Bukan justru menciptakan polemik,” kata Wilhelmus ketika menghubungi Jubi via selulernya, Rabu (8/3/2017).

Politikus Partai Hanura itu mendesak Presiden Jokowi segera mengambil langkah cepat, tepat dan bijaksana menyelesaikan masalah ini sehingga ada kepastian untuk perusahaan dan karyawan.

"Saya juga meminta kepada Gubernur Papua dan DPR Papua segera mengambil langkah, sehingga ada solusi tepat terkait PHK karyawan yang terus menerus dilakukan Freeport, perusahaan privatisasi dan perusahaan sub kontraktor mitra Freeport," ujarnya.

Selain itu dirasa perlu membentuk tim bersama DPR dan Pemprov Papua, bupati yang wilayahnya dekat dengan area penambangan Freeport, DPRD dan stake holder di daerah itu.

"Bersama menghadap presiden. Minta presiden dan Freeport jangan dulu PHK karyawan. Sedang dilakukan upaya penyelesaian. Mendorong pemerintah pusat jangan melupakan Papua. Saya pikir sekarang saatnya mulai bergerak," katanya.

Sehari sebelumnya, sedikitnya 250 karyawan PTFI mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Bilangan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng menyebut aksi itu demo bayaran atau pasukan nasi bungkus yang dibiayai oleh Freeport demi mengisi perut.

"Mereka dari mana, kita tidak tahu. Mereka ini dipakai Freeport, dibiayai akomodasi dan lain-lain. Hanya kepentingan perut," kata Eltinus di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/3/2017) seperti dikutip dari berbagai media. (*)

Related posts