Sebanyak 66 warga di desa ini positif Covid-19 usai hajatan

Karantina Papua
Ilustrasi, karantina Covid-19 - Jubi/LeonArt

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sebanyak 66 orang dinyatakan positif Covid-19 usai mengikuti hajatan pernikahan di kampung, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.  Mereka diketahui positif bedasarkan hasil tes cepat antigen.

Read More

“Ada warga yang mengalami gejala Covid-19 setelah datang di acara hajatan. Kami lalu melaksanakan rapid test antigen, ternyata hasilnya ada 60 lebih warga pemohon yang hasilnya reaktif,” ujar Kepala Desa Bantengan Hartanto, Senin (14/6/2021).

Baca juga : Asrama Cendrawasih jadi klaster Covid-19 terbesar kedua di Jakarta 

Klaster lebaran, 80 warga satu RT ini positif Covid-19

Pesantren ini jadi klaster baru penyebaran Covid-19

Hatanto langsung menerapkan isolasi mandiri skala mikro terhadap warganya yang positif Covid-19 tersebut. Pihaknya pun masih menunggu hasil tes swab puluhan warga tersebut sambil menunggu petunjuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

“Selain itu, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh ke seluruh rumah warga desa,” ujar Hartanto menambahkan.

Menurut dia, belum ada warga yang dirujuk ke rumah sakit meski beberapa mengalami gejala. Mereka telah memeriksakan diri ke Puskesmas setempat dan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Meski begitu, Hartanto sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiagakan mobil ambulans jika sewaktu-waktu terdapat warga yang harus dibawa ke rumah sakit. Ia juga memastikan sejumlah logistik yang dibutuhkan untuk para warga.  “Selain itu petugas Puskesmas setempat terus memperluas “tracing” atau pelacakan terhadap klaster acara pernikahan tersebut,” kata Hartanto menjelaskan.

Sesuai data yang dikeluarkan oleh laman resmi https://infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga Minggu (13/6) mencapai 197 orang. Secara total, kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 3.970 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.533 orang di antaranya telah sembuh, 197 orang dalam pemantauan, dan 240 orang meninggal dunia. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Related posts