Papua No.1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Pembantaian terhadap satu keluarga terjadi di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke. Pelakunya ialah kepala keluarga mereka sendiri, WN.
WN membunuh istri dan anak serta keponakannya hanya gara-gara tersinggung dituduh sering menggunakan ilmu hitam untuk menyantet orang. Dia menghabisi para korban dengan sebilah parang dan alat pemanen sawit atau dodos, kemarin pagi.
“Kejadiannya sekitar pukul 04.30 (Waktu Papua) di barak karyawan di Divisi VIII PT BIA , Ulilin. WN sebelumnya bertengkar dengan SK, isterinya sejak (Senin) malam. Korban menuduh pelaku menggunakan ilmu hitam untuk menyantet orang. Pertengkaran berlanjut pada (Selasa) pagi,” kata Kepala Polres Merauke AKBP Agustinus Ary Purwanto saat memberi keterangan pers, Rabu (23/9/2020).
WN kemudian mengamuk dan menebas serta menusuk ET, keponakan mereka hingga tewas. Amukan WN kemudian menyasar kepada SK dan anak mereka yang masih berusia setahun. Perempuan yang tengah hamil besar itu pun akhirnya meregang nyawa bersama anak dalam gendongannya.
“WN menebas istri dan anaknya dengan parang sehingga tewas seketika. Korban SK bersama anak dalam gendongannya sempat berupaya melarikan diri (tetapi kalah cepat dengan pelaku),” ungkap Ary.
WN menolak menyerahkan diri saat polisi mendatangi lokasi kejadian. Karyawan PT BIA tersebut tetap bertahan di dalam barak dengan mengempal parang.
“Polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan (menangkap) pelaku sehingga dibawa ke Polsek Muting. Pelaku sempat diamuk keluarga korban saat diamankan (penangkapan),” jelas Ary.
Kepala Subbagian Humas Polres Merauke AKP Ariffin menambahkan pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse dan Kriminal Polres Merauke. “Penyidik akan mengembangkan lebih lanjut (mengusut kejadiannya) guna memastikan motif pelaku.” (*)
Editor: Aries Munandar
