Papua No.1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, masyarakat yang makan di tempat umum perlu mengetahui tiga resiko penularan Covid-19 yang berpotensi terjadi. “Terutama pada tempat makan yang tidak memiliki ruang terlalu besar, pengunjung harus memperhatikan sirkulasi udaranya, dan apakah berdesak-desakan atau tidak di dalam kedai tersebut,” kata Dewi Nur Aisyah belum lama ini.
Menurut Dewi Risiko pertama ketika adalah durasi makan yang membuka masker saat makan. Bila jumlah pengunjung yang makan dalam satu meja ada lebih dari satu, maka harus diperhatikan berapa lama pengunjung ini membuka masker.
“Semakin lama masker dibuka, maka kian besar risiko transmisi virus Covid-19 yang terjadi,” kata Dewi menambahkan.
Baca juga : Penularan Covid-19 meningkat, daerah ini kembali tutup destinasi wisata
Potensi penularan Covid-19 di acara keagamaan. Ini kata dokter
Penularan Covid-19 sulit dibendung di Merauke
Risiko kedua adalah menjaga jarak, ketika datang ke rumah makan yang tempatnya tidak terlalu besar, maka pengunjung terpaksa saling berdekatan. Akibatnya, protokol kesehatan menjaga jarak tidak dapat diterapkan maksimal.
Sedangkan risiko lain orang yang merokok setelah makan akan meningkatkan potensi penularan virus karena orang yang sedang merokok otomatis membuka masker. Kondisi ini membuka transmisi droplet di udara.
Tiga risiko itu tak akan berkurang meski tempat makan yang dikunjungi berbentuk bangunan terbuka. Penyebabnya orang yang datang ke rumah makan umumnya tidak sekadar makan dan minum, namun juga bertemu dengan orang lain, berbincang, bahkan kumpul-kumpul.
“Kalau bisa beli saja makanan dan makanlah di rumah,” katanya. (*)
Editor : Edi Faisol
