Papua No. 1 News Portal | Jubi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jubi – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Helmud Hontong meminta masyarakat yang tinggal di dekat gua burung walet untuk menjaga dan memelihara kelestariannya.
"Kami minta semua masyarakat agar menjaga dan melestarikan gua tempat burung walet bersarang," kata Wabup Helmud Hontong.
Sarang burung walet saat ini menjadi salah satu pemasok pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Sangihe.
Sarang burung walet yang ada di pulau Kalama Kecamatan Tatoareng memiliki kualitas sangat baik.Diminati pengusaha lokal maupun luar daerah.
Sarang walet di pulau Kalama kata dia dipanen tiga kali dalam setahun dengan pembagian hasil 60 persen untuk pemerintah dan masyaakat setempat dan 40 persen untuk pemerintah kabupaten Sangihe.
Panen pertama sudah dilaksanakan pada bulan Februari dengan hasil kering seberat 31 kilogram.
"Kami sudah melakukan lelang terbuka hasil sarang burung walet dengan nilai lelang Rp6.700.000 per kilogram," kata dia.
Dia berharap untuk panen kedua dan ketiga, hasilnya akan lebih banyak lagi dibandingkan panen pertama.
Sementara itu, harga jual sarang burung walet di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng dalam sepekan terakhir mencapai Rp13,5 juta/kg.
"Penjual sarang burung Walet, Yanto di Sampit, mengatakan itu adalah harga untuk jenis terbaik, yakni sarang burung walet mangkok.
Sedangkan untuk sarang walet jenis sudut sebesar Rp11,5 juta /kg. Dan untuk sarang walet jenis patahan sebesar Rp10 juta/kg.
Menurut Yanto harga jual sarang burung walet, bisa dikatakan menurun dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang mencapai Rp14,5/kg.
Yanto mengaku belum diketahui secara pasti penyebab menurunnya harga jual sarang burung walet tersebut. Namun hal itu, merupakan harga yang ditetapkan pembeli sarang walet dari luar daerah.
"Untuk harga sarang burung walet sulit diprediksi. Terkadang naik dan terus naik dengan waktu yang cukup lama. Namun kalau turun juga akan cepat," katanya.
Yanto menduga tidak menentunya harga sarang burung walet diduga permainan pengumpul.
"Kenaikan harga terjadi saat permintaan meningkat, tetapi stok minim. Sehingga harga akan semakin melambung. Begitu juga dengan sebaliknya. Kami penjual sebetulnya tidak terlalu mempersoalkan harga asalkan jangan terlalu murah," ucapnya.
Meski demikian Yanto berharap harga jual sarang burung walet bisa tetap stabil sehingga penjual tidak merugi.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari sejumlah penjual, sentra penghasil sarang burung walet seperti di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan saat ini produksinya mulai berkurang. Hal itu terjadi karena burung walet mulai bermigrasi ke tempat yang lebih banyak makanannya, seperti ke wilayah perkebunan kelapa sawit. (*)
