Rudal terbaru yang dilontarkan Korut diduga bisa bawa nuklir

papua rudal misil
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Rudal terbaru yang dilontarkan Korea Utara diduga bisa bawa nuklir. Hal itu diungkap saat jenis proyektil yang mereka tembakkan ke timur Semenanjung Korea kemarin, Kamis (25/3/2021). Para pengamat mengeluarkan analisis mereka setelah media propaganda Korut, KCNA, mengumumkan bahwa senjata yang ditembakkan tentara pada Kamis merupakan “proyektil taktis” baru berbahan bakar padat.

Read More

KCNA melaporkan bahwa senjata itu dapat membawa beban 2,5 ton, tapi mereka tak menggunakan kata “rudal” atau “balistik” dalam laporan ini.  Seorang ahli urusan nuklir dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Vipin Narang,menduga senjata merupakan salah satu alutsista yang dipamerkan Korut dalam parade militer pada Januari lalu.

“Terlihat seperti yang kita lihat di parade: varian KN23 dengan cat baru dan kapasitas lebih besar. Hulu ledak 2,5 ton kemungkinan dapat menjawab pertanyaan apakah KN23 ini bisa membawa nuklir. Ya, bisa,” tulis Narang di Twitter.

Baca juga : Uji coba rudal AS, Korut : berpotensi ciptakan perang baru 

Korut kembali tembakkan rudal

Rusia dan China bakal lebih banyak pertemuan usai mencabut sanksi Korut

Uji coba proyektil baru ini sendiri tak dihadiri oleh pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un. Namun, ia mengirimkan salah satu pejabat senior, Ri Pyong-chol.

“Uji coba ini membawa peningkatan besar terhadap kekuatan militer negara dan dapat menangkal semua ancaman militer di Semenanjung Korea,” ujar Ri.

Tercatat Korut meluncurkan proyektil tersebut pada Kamis pagi ke arah Laut Jepang atau yang disebut Korea Selatan sebagai Laut Timur. Sesaat setelah peluncuran itu, pejabat AS dan Jepang menduga bahwa proyektil tersebut merupakan rudal balistik.

Ini merupakan peluncuran rudal kedua Korut dalam sepekan belakangan. Sebelumnya, Korut juga dilaporkan meluncurkan dua rudal jarak menengah pada Minggu (21/3/2021) lalu.

Presiden AS, Joe Biden, mengancam akan membalas Korea Utara dengan sejumlah respons jika negara pimpinan Kim Jong-un itu terus melakukan uji coba rudal.

“Kami sedang berkonsultasi dengan sekutu dan rekan kami, dan akan ada respons-respons jika mereka memilih untuk meningkatkan ketegangan. Kami akan memberikan respons yang sesuai,” ujar Biden, Kamis kemarin.

Biden menegaskan bahwa uji coba rudal Korut pada Kamis itu melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 1718 yang kerap dijadikan landasan untuk menjatuhkan sanksi atas Pyongyang setiap mereka mencoba senjata kapasitas nuklir.

“Saya juga menyiapkan sejumlah langkah diplomasi, tapi semua itu disiapkan jika Korut setuju denuklirisasi,” kata Biden menegaskan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Related posts