Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Sejumlah Rp4,45 miliar anggaran Dinas Pariwisata Kota Jayapura telah ditarik dan dialihkan untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19 di ibukota Provinsi Papua itu. Hal tersebut dinyatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B Mano di Kota Jayapura, Rabu (24/6/2020).
Mano menjelaskan pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kota Jayapura harus melakukan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jayapura 2020. Sejumlah anggaran Dinas Pariwisata Kota Jayapura, termasuk bantuan pemerintah pusat senilai Rp3 miliar dan anggaran Rp650 juta yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus dari Pemerintah Provinsi Papua telah ditarik kembali.
Selain itu, anggaran senilai Rp800 juta yang bersumber dari APBD Pemerintah Kota Jayapura juga telah ditarik kembali. “Dana itu dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kami [juga] tidak bisa berbuat banyak untuk [membiayai] berbagai kegiatan kemasyaratan [atau memberi] bantuan untuk pengelola tempat wisata,” ujar Matias Mano.
Baca juga: Pemkot Jayapura mulai lakukan refocusing dan realokasi APBD 2020
Mano menyatakan jika normalisasi diberlakukan, sejumlah dana itu kembali bisa saja dianggarkan kembali untuk Dinas Pariwisata Kota Jayapura. “[Ada] banyak agenda kebudayaan dan even pariwisata yang tentunda, terlebih kegiatan yang mengundang banyak masyarakat. Untuk festival dan sejenisnya, jadwalnya kami undur,” ujar Mano.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan protokol kesehatan di kawasan wisata diperketat, antara lain untuk mencegah kerumunan orang. Rustan menyatakan setiap pengelola dan pengunjung tempat wisata harus menjalankan protokol kesehatan masa normal baru atau new normal. “Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat new normal diberlakukan,” ujar Rustan.
Rustan meminta setiap warga berpartisipasi mendukung pelaksanaan protokol kesehatan new normal, karena pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap setiap sendi kehidupan warga Kota Jayapura. Selain mengakibatkan pola perilaku masyarakat, pandemi Covid-19 juga membuat pendapatan masyarakat menurun. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
