Ribuan orang berduyun-duyun ke Fiji demi air ajaib

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kampung Natadradave yang terpencil dan miskin, rumah bagi dua puluh tujuh keluarga, telah berubah menjadi tempat yang menarik perhatian global berkat khasiat penyembuhan di salah satu kolamnya.

Sekerumunan orang berkumpul sebelum matahari terbit, dan bersama-sama menyusuri jalan kecil berdebu di Distrik Tailevu di sebelah timur Fiji. Hutan yang lembab mengelilingi mereka dari segala penjuru.

Ambulans dan truk terbuka yang mengangkut orang sakit dan tidak sanggup berjalan diperbolehkan lewat terlebih dahulu.

Mereka semua telah menempuh jarak cukup jauh ke mata air yang tersembunyi di pegunungan barat, sebuah sumber air yang dilaporkan memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa: “air ajaib”.

Bagi Menausi Druguvale, keajaiban itu dimulai dua tahun yang lalu ketika dia menderita konjungtivitis dan dia menembus masuk ke dalam hutan di pegunungan untuk mencari mata air yang, menurut ayahnya, bisa menyembuhkan matanya.

“Ketika pertama kali saya mengunjungi kolam tersebut setelah Siklon Winston, saya membasuh wajah saya, dan dalam sekejap mata saya sembuh,” kata Druguvale.

“Saya lalu memberitahukan orang-orang di kampung saya, saat itu banyak orang yang terluka akibat badai Winston. Kemudian semakin banyak orang yang mendengar tentang kolam ini, baik Fiji maupun di seluruh dunia.”

Beberapa bulan setelah Druguvale menemukan kolam itu, Natadradave yang dulunya terpencil dan miskin, tempat tinggal bagi dua puluh tujuh keluarga, menjadi tempat yang menarik perhatian dunia. Ribuan orang terbang ke Fiji dengan tujuan khusus untuk mengunjungi kolam tersebut.

Bersama dengan beberapa relawan lainnya, Druguvale membantu ribuan orang yang berkunjung setiap hari dan malam, untuk menapaki jalur yang licin ke sungai di mana dua pipa beton menyemburkan air hari hulu ke kolam dangkal dibawahnya untuk area permandian.

Serangkaian pipa PVC juga telah dipasang agar pengunjung dapat mengisi air dalam botol. Botol-botol ini telah dikirim ke pasar-pasar gelap di seluruh dunia menggunakan kemasan botol Fiji Air, agar tidak menarik kecurigaan dari petugas bea cukai.

Antara 2016 dan Mei 2017, badan Pabean Selandia Baru menghentikan lebih dari 500 orang yang berusaha membawa botol air ajaib itu, Banyak dari mereka menyelundupkan botol ini untuk kerabat dan teman-teman yang terlalu sakit untuk melakukan perjalanan langung ke kolam itu sendiri.

Dengan lebih dari 60% populasi Fiji beragama Kristen, dan Kristen adalah agama yang dominan di seluruh kawasan Kepulauan Pasifik, kepercayaan bahwa Tuhan mereka yang memberkati orang-orang Fiji dengan menyediakan sumber air penyembuh ini, menjadi masuk akal bagi orang-orang Kristen.

Nyeri otot dan penyakit kulit adalah penyakit yang paling umum dialami oleh para pengunjung, meskipun penderita penyakit lainnya seperti kanker, penyakit kejiwaan, luka bakar, stroke, kebutaan, dan kelumpuhan semuanya telah menyatakan bahwa mereka sembuh berkat air ini.

Menurut penduduk setempat air itu berkhasiat karena hanya mengalir melalui serangkaian sungai kecil, dan akan kehilangan khasiat penyembuhannya saat tergabung dengan anak sungai lainnya, yang mengalir ke muara Sungai Rewa, sungai terluas di Fiji.

Profesor Steve E. Hrudey, ahli hidrologi di Divisi Analisis Lingkungan & Toksikologi di Universitas Alberta, Kanada, mengatakan meskipun dia tidak mengetahui adanya air tertentu yang telah terbukti secara ilmiah, memiliki komposisi kimia khusus yang bisa menyembuhkan manusia, ada bukti bahwa air yang murni dari alam dapat membantu memulihkan kondisi medis tertentu. Dan tentu saja efek plasebo juga bisa menjadi alasan yang sangat kuat.

“Dalam hal desas-desus tentang khasiat air ajaib dari Fiji… Berita seperti ini sepertinya didasarkan karena komposisi bahan kimia alami, yang mungkin larut dalam air atau hanya tindakan membersihkan badan dengan air itu sendiri, dan plasebo dari pengunjung,” kata Hrudey.

“Air hanya zat pelarut yang sama seperti cairan pelarut lainnya yang kita kenal. Tergantung dari zat kimia apa yang dilarut di dalamnya, maka larutan itu dapat memiliki efek biologis.”

Dekan sains University of South Pacific (USP), Dr Anjeela Jokhan, mengatakan bahwa dia ingin langsung menguji air ajaib itu untuk melihat apakah ada dasar ilmiah tertentu yang membuatnya lebih superior dari “air yang normal”.

“Ada beberapa kemungkinan, bisa jadi karena sifat fisik dari larutan air di daerah tersebut, bisa jadi sifat biologis, kita belum ketahui dan tidak dapat memberikan jawaban sebelum pengujian dilakukan.” tegas Jokhan kepada Fiji Times.

“Saya adalah seorang skeptis. Saya percaya pada kekuatan dari pikiran kita di atas segalanya.”

Bagi Druguvale, yang hidupnya telah diubah oleh kolam ajaib itu, penjelasan ilmiah di balik kemampuan air tersebut tidak penting baginya; dia hanya bersyukur bahwa seluruh kampungnya telah dipulihkan setelah kehancuran yang ditimbulkan oleh Badai Winston, dan bahwa dia sekarang menghabiskan hari-harinya untuk menyembuhkan orang sakit.

“Ini semua karena Tuhan, dan mungkin juga karena mineral yang terkandung didalamnya, dan mungkin lumpur di dasarnya,” kata Druguvale. (The Guardian)

Related posts