Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Sebanyak 467 warga negara asing yang tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta per (30/12/2020) pukul 12.00 WIB kemarin langsung dikarantina. Mereka dikarantina selama lima hari di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penanganan dilakukan sejak penumpang rute internasional tiba di garbarata Terminal 3 hingga naik bus menuju lokasi karantina yang telah ditetapkan,” ujar Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Rabu petang, (30/12/2020).
Baca juga : PHRI Papua: Hotel bisa jadi tempat karantina pasien Covid-19
Pemkab Fakfak siapkan tempat karantina terpusat Covid-19
BPSDM Papua siapkan 96 kamar karantina pasien reaktif rapid test Covid-19
Selain WNA, terdapat 29 orang warga negara Indonesia yang tiba dari luar negeri. Tak berbeda dengan WNA, para WNI pun menjalani isolasi. “Ratusan penumpang diantar dengan 21 bus ke lokasi karantina yang meliputi sembilan hotel, termasuk Wisma Atlet Pademangan,” kata Agus menabahkan.
Adapun total penumpang perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia tersebut diangkut menggunakan beragam maskapai. Garuda Indonesia, misalnya, membawa 286 penumpang. Kemudian Batik Air mengangkut 102 penumpang dan Qatar Airways membawa 108 penumpang.
Agus mengatakan penanganan kedatangan penumpang rute internasional perlu melibatkan berbagai instansi. Kondisi ini menyusul adanya mutasi varian virus corona baru yang belakangan ditemukan di Inggris.
“Ini membutuhkan koordinasi intensif karena melibatkan sejumlah sejumlah instansi antara lain PT Angkasa Pura II selaku operator bandara, ground handling, maskapai, KKP Kemenkes, Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, operator bus yang mengantar ke lokasi karantina, hingga operator hotel,” kata Agus mejelaskan.
Kepala KKP Kemenkes Kelas I – Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan penumpang rute internasional akan menjalani pemeriksaan surat hasil tes PCR yang masih berlaku saat tiba di bandara. “Ketika berada di lokasi karantina, penumpang juga kembali melakukan tes PCR sebanyak dua kali,” kata Handoko.
Pemerintah sebelumnya mengeluarkan larangan WNA masuk ke Indonesia menyusul penyebaran virus corona yang meluas. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 hingga 14 Januari 2020.
Sejak larangan diumumkan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipadati penumpang rute internasional. Per 30 Desember 2020, terdapat 13 penerbangan internasional yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan 1.747 penumpang. (*)
Editor : Edi Faisol
