Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Sekitar 100 ribu tenaga medis batal mendapat suntikan vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac dengan beragam alasan. Kondisi kesehatan mereka yang kurang baik seperti memiliki penyakit penyerta alias komorbid, hingga sempat positif Covid-19.
“Dari nakes ini kami melihat lebih dari 100 ribu orang ternyata batal disuntik, karena mereka dicirikan pernah menjadi penyintas Covid-19. Jadi kita tunda suntikannya karena kekebalannya masih ada. Tapi juga sebagian besar itu darah tinggi,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu (7/2/2021) kemarin.
Bava juga : Kabupaten Puncak siapkan 600 tenaga kesehatan terima suntikan vaksin
Papua targetkan 7.100 tenaga kesehatan divaksin Covid-19
125 nakes disiapkan jadi vaksinator Covid-19 di Jayawijaya
Tercatat data vaksinasi Kemenkes per Senin (8/2/2021), sebanyak 1.627.085 enaga medis melakukan registrasi ulang dari total sasaran vaksinasi sebanyak 1.629.233 orang. Total sementara yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama sebanyak 784.318 orang atau baru mencapai sekitar 48 persen dari total target. Menteri Budi yakin target vaksinasi seluruh tenaga medis yang menjadi sasaran selesai pada akhir Februari ini.
“Kita masih punya waktu sampai akhir bulan ini untuk menyelesaikan semuanya. Melihat kecepatan kita melakukan vaksinasi seharusnya hal itu bisa tercapai,” ujarBudi menambahkan.
Ia menyebut vaksinasi untuk orang berusia di atas 60 tahun bakal dimulai hari ini. Penyuntikan vaksin dosis pertama itu akan menyasar nakes lansia terlebih dahulu. “Setidaknya ada 11.600 orang nakes berusia lanjut dari total target vaksinasi di seluruh tanah air,” katanya. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
