Ratusan anakan pohon sagu ditanam di Buper Waena

Papua
Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John NR Gobai saat akan menanam anakan pohon sagu di kawasan Buper Waena, Kota Jayapura - Jubi/Arjuna

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekitar 100 anakan pohon sagu ditanam di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (12/10/2021).

Anakan pohon sagu itu ditanam di kolam alam yang berada di belakang Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) wilayah Papua, oleh Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John NR Gobai bersama sejumlah warga.

Read More

“Hari ini, saya membantu anakan pohon sagu untuk ditanam di kolam alam di belakang Kampus IPDN Buper Waena. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan di kawasan cagar alam Cycloop dan budidaya tanaman sagu,” kata Gobai kepada Jubi usai menanam anakan pohon sagu.

Menurutnya, aksi itu juga sebagai bagian dari upaya pelestarian dan perlindungan tanaman sagu di Papua. 

Selama ini John Gobai merupakan salah satu yang selalu mengajak para pihak, agar dapat melindungi dan melestarikan tanaman sagu di Papua.

“Selama ini, saya selalu mengajak orang melindungi dan melestarikan tanaman sagu. Nah, ini sebagai langkah awal bahwa kita tidak hanya sekadar bicara. Mesti ada langkah kongkrit,” ujarnya.

Katanya, ratusan anakan pohon sagu yang ditanam itu dibeli dari masyarakat adat di wilayah Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

“Kita mulai menanam anakan sagu sedikit dulu. Nanti pasti akan meningkat. Saya berencana menanam anakan pohon sagu secara bertahap di tempat itu,” ucapnya.

Perwakilan masyarakat adat, Irenius Pepuho berterimakasih, sebab hingga kini masih ada berbagai pihak yang peduli untuk menjaga dan melestarikan tanaman sagu di Papua.

Pernyataan itu dikatakan Pepuho dalam diskusi penyelamatan hutan sagu di Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Papua,  Jalan Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura sehari sebelumnya.

“Kami [masyarakat adat] berterimakasih, karena berbagai pihak kini mulai peduli menyelamatkan tanaman sagu di Papua,” kata Irenius Pepuho.

Ia berharap, DPR Papua segera mengesahkan regulasi mengenai perlindungan dan budidaya tanaman sagu di Papua.

“Selain itu, mesti ada gerakan dari pemerintah. Mari kita bersama menyatukan gerakan melindungi hutan satu,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts