Rakyat Meepago yang tolak DOB dan Otsus bukan hanya Dogiyai

Sekretaris Fraksi Gabungan II DPR Papua, Alfred Fredy Anouw (pegang mic) dan Ketua Dewan Adat Dogiyai, Germanus Goo (baju kuning) di ruang pertemuan dengan MRP, Selasa (23/3/2021. - Jubi/Abeth You

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Fraksi Gabungan II DPR Papua, Alfred Fredy Anouw menyampaikan dirinya telah menyaksikan aksi damai yang digelar oleh rakyat Meepago di Dogiyai, Senin (1/3/2021). Dalam aksi damai itu nyata bahwa bukan hanya rakyat dari Kabupaten Dogiyai saja yang melakukan aksi penolakan Daerah Otonom Baru (DOB) dan penolakan Otonomi Khusus (Otsus) jilid II.

Read More

Ketika itu ia sedang berada di Dogiyai dalam rangka melakukan masa reses ke daerah pemilihan (dapil). Hal ini diungkapkan Alfred Anouw ketika Panitia Khusus (Pansus) DPRD Dogiyai melakukan audiensi dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) di salah satu hotel di Kota Jayapura, Selasa (23/3/2021).

“Waktu aksi itu saya ada di Dogiyai, sedang reses. Jadi yang demo tolak DOB dan tolak Otsus itu bukan hanya rakyat Dogiyai saja tapi seluruh rakyat Meepago. Ini saya sendiri saksikan,” katanya, di hadapan Ketua MRP Timotius Murib didampingi bawahannya setelah Pansus DPRD Dogiyai menyerahkan aspirasi rakyat Dogiyai.

Oleh karenanya, kata dia, aspirasi rakyat yang dibawakan oleh Pansus DPRD merupakan murni kedaulatan rakyat Meepago.

“Jadi terkait dengan pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Otsus itu saya duluan yang tolak. Dan kami dukung keinginan rakyat,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Daerah Dogiyai, Germanus Goo yang turut serta dalam pertemuan tersebut mengatakan aspirasi yang diberikan merupakan wujud dari tingkah laku pemerintah Indonesia kepada rakyat Papua.

“Bapak ketua MRP, saya mohon teruskan aspirasi ini kepada Jakarta bahwa jangan paksa-paksa kami ikut kemauan dia (Jakarta) terus,” kata Goo. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts