Puskesmas Pekanbaru kehabisan stok obat tiga bulan

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Pekanbaru, Jubi- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berlokasi di Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dilaporkan kehabisan stok obat selama tiga bulan lamanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir di Pekanbaru, membenarkan laporan Puskesmas yang kehabisan stok obat tersebut.

Hal ini akibat sistem pemesanan obat yang menggunakan "e-katalog" (katalog berbasis elektronik). "Sistem pengadaan e-katalog dimulai sejak Maret 2017 lalu ada yang diulang karena kebijakan perubahan kontrak antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Pusat Jakarta dengan penyedia obat yang ditunjuk pada awal April 2017 lalu," kata Helda.

Dia mengatakan, tidak seluruh stok obat yang kosong di Puskesmas tersebut, melainkan hanya untuk beberapa jenis obat. Seperti penurun panas atau paracetamol baik yang sirup maupun tablet.

Selain perubahan kebijakan, dia juga mengklaim bahwa kekosongan obat disebabkan bahan baku oleh penyedia.

"Pihak penyedia mengatakan bahan baku untuk paracetamol baru tersedia awal Agustus 2017 mendatang," ujarnya.

Kekosongan obat juga disebabkan adanya keterlambatan distribusi obat di Kota Pekanbaru. Itu karena adanya penundaan pembayaran pada 2016 lalu.

"Kita akan upayakan semaksimal mungkin agar kekosongan obat-obatan ini bisa segera kita atasi ," tuturnya.

Sejumlah warga yang pernah berobat di Puskesmas Simpang Tiga mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. John, salah seorang pasien menuturkan, dirinya pernah membawa anaknya yang menderita demam. Namun, petugas Puskesmas menuturkan stok obat sedang kosong.

"Bagaimana bisa Puskemas kehabisan obat. Aneh Sekali. Kami minta Pak Walikota turun tangan untuk mengatasi persoalan ini," tuturnya.(*)
 

Related posts