Puluhan mahasiswa Kendari terjebak di Gunung Amonggedo usai kibarkan Merah Putih

Pendaki, Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sekitar 30 mahasiswa terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Mereka tak bisa keluar dari rimba usai pengibaran bendera merah putih dan mendaki di Gunung Amonggedo, saat ini sedang dijemput oleh tim penyelamat.

Read More

“Setelah melakukan assessment lokasi sampai pukul 00.06 Wita, tim memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pagi hari pada pukul 06.00 Wita mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai,” kata Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi, Rabu (18/8/2021).

Baca juga : Pendaki gunung ini ditemukan selamat usai dinyatakan hilang 

Sepekan hilang di gunung Muro, pria ini ditemukan selamat 

Pendaki Gunung Lawu tewas, kemungkinan kedinginan

Menurut Aris, tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) Kendari telah berada di kediaman Camat Amonggedo. Tim langsung berkoordinasi dengan unsur yang terlibat melakukan penilaian jalur evakuasi.

“Penjemputan para korban akan dibagi ke dalam tiga tim. Tim 1 berjumlah 20 orang, Tim 2 berjumlah 10 orang, dan Tim 3 berjumlah 10 orang,” kata Aris menjelaskan.

Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara dan masyarakat setempat.

“Saat ini Tim SAR gabungan berposko di bendungan daerah itu,” kata aris menambahkan. (*)

Para korban dilaporkan berada di lokasi itu sejak 16 Agustus 2021 untuk melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021. Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts