Papua No. 1 News Portal | Jubi
Cianjur, Jubi – Satgas Covid-19 Cianjur, Jawa Barat, mencatat ada 25 anggota dewan perwakilan rakyat daerah setempat positif Covid-19. Jumlah itu komulatif selama pandemi termasuk tambahan empat orang anggota dewan selama satu bulan terakhir.
“Keempat orang wakil rakyat tersebut diduga terpapar dari keluarga yang sempat melakukan perjalanan keluar kota, sama dengan anggota dewan yang lebih dulu terpapar,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal, Jumat, (3/7/2021).
Baca juga : Tiga anggota DPRD Merauke positif Covid-19
Meninggal saat positif Covid-19, ketua DPRD ini punya penyakit bawaan
Tujuh anggota DPRD Buton Tengah positif Covid-19
Menurut Yusman empat orang anggota dewan terpapar setelah melakukan tes cepat dan usap, termasuk keluarganya.
Saat ini keempat orang tersebut sedang menjalani isolasi di Vila Ciherang, dengan kondisi kesehatan yang terus membaik dan mendapat penanganan khusus dari gugus tugas dan tenaga medis yang tersedia di lokasi isolasi terpusat itu.
“Sama dengan pasien lainnya, mereka mendapatkan pengawasan dan perawatan dari tenaga medis yang bertugas. Terpaparnya anggota dewan itu mengalami peningkatan dari bulan-bulan sebelumnya dan sebagian besar terpapar dari keluarga,” kata Yusman menambahkan.
Satgas Covid-19 Cianjur menyebut positif Covid-19 tidak hanya anggota DPRD. Namun tingkat penularan terhadap tenaga kesehatan, sejak dua pekan terakhir mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga berbagai upaya memutus rantai penyebaran dilakukan mulai dari kabupaten hingga pelosok desa.
Dalam satu bulan terakhir juga 250 orang tenaga kesehatan yang sebagian besar perawat dan bidan serta beberapa orang dokter menjalani isolasi di sejumlah tempat mulai dari rumah sakit hingga vila khusus, namun untuk pekan ini, tinggal 40 orang yang masih menjalani isolasi.
“Untuk tenaga medis yang terpapar, sebagian besar sudah sembuh dan kembali beraktivitas seperti semula. Sedangkan yang terbaru sekitar 40 orang yang menjalani isolasi di tempat khusus, didominasi perawat dan bidan, serta dua orang dokter,” katanya. (*)
Editor : Edi faisol
