TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Puluhan anak pengungsi Kisor bersekolah sementara di Sorong

papua
Tim Komnas HAM perwakilan Papua, saat menemui anak pengusi Kisor di salah satu sekolah di Kabupaten Sorong - Jubi. Dok Komnas HAM perwakilan Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua, menyatakan hingga kini ada puluhan anak asal kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang numpang bersekolah sementara di Kabupaten Sorong.

Puluhan anak ini mengikuti orang tua mereka mengungsi ke Kabupaten Sorong, setelah penyerangan Pos Koramil (Posramil) persiapan Kisor oleh sekelompok orang pada 2 September 2021 lalu.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, pasca penyerangan Posramil Kisor, banyak warga di sana menyelamatkan diri ke distrik terdekat dan kabupaten sekitar.

Menurutnya, setelah beberapa waktu lalu pihaknya melalukan investigasi di Kisor dan minta keterangan saksi, tim Komnas HAM perwakilan Papua melihat langsung kondisi pengungsi di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Tim Komnas HAM perwakilan Papua berada di dua daerah itu sejak, 27 Oktober hingga 29 Oktober 2021.

“Kami berjumpa dengan sejumlah pengungsi di sana. Saya bertemu beberapa kelompok masyarakat dan tim peduli kemanusiaan. Kami telah diskusi berbagai hal,” kata Frits Ramandey melalui panggilan teleponnya kepada Jubi, Senin (1/11/2021).

Katanya, tim Komnas HAM perwakilan Papua juga bertemu puluhan anak anak yang ikut orangtuanya mengungsi ke Kabupaten Sorong. Kini puluhan anak itu diterima belajar sementara di sejumlah sekolah di sana.

“Saya datang ke dua sekolah. Tapi secara khusus saya datang ke SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Fransiskus. Di sana saya menemukan ada 46 anak yang sudah diterima sekolah sementara di sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, puluhan anak pengungsi Kisor itu telah mengikuti pelajaran secara baik di sekolah sementara mereka.

Akan tetapi, ada mereka masih terbatas dalam kebutuhan penunjang belajar. Misalnya buku, seragam sekolah dan beberapa lainnya. Selain itu, siswa kelas VII Sekolah Dasar (SD) mesti segera didaftarkan untuk dapat mengikuti ujian.

Kata Ramanadey, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Maybrat. Pemerintah daerah itu menyanggupi pemenuhan kebutuhan belajar anak anak di sekolah sementara mereka, dan akan mendaftarkan mereka untuk ikut ujian SD.”Terimakasih, Yayasan Katolik mau menerima anak anak ini bersekolah sementara di sana,” ucapnya.

Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manokwari-Sorong, Pastor Isak Bame Pr belum lama ini mengatakan, warga dari lima distrik di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengungsi pasca insiden penyerangan Posroramil persiapan di Kampung Kisor.

Isak Bame mengatakan warga yang mengungsi berasal dari Distrik Aifat Selatan, Distrik Aifat Timur Distrik Aifat Timur Tengah, Distrik Aifat Timur Selatan, dan Distrik Aifat Timur Jauh.

Ratusan warga yang mengungsi itu terpencar di dalam hutan, menghindari penyisiran aparat keamanan TNI/Polri tengah mencari para pelaku penyerangan Pos Koramili Persiapan di Kisor

“Kami memohon dukungan doa rekan-rekan imam dan semua masyarakat Papua. Agar masyarakat sipil tidak menjadi korban TNI/Polri maupun TPNPB,” kata Pastor Isak saat dihubungi Jubi beberapa waktu lalu.

Ia berharap, aparat keamanan yang memasuki kampung mencari para pelaku penyerangan, tidak bertindak serampangan kepada warga sipil yang berada di pengungsian maupun di perkampungan mereka. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us