PRSI Papua target 3 medali emas pada PON XX

loncat indah saat menjajal venue akuatik – Jubi/Sudjarwo Husain
Atlet loncat indah saat menjajal venue akuatik – Jubi/Sudjarwo Husain

Jayapura, Jubi – Cabang olahraga akuatik akan menjadi debutan bagi kontingen Papua pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Meski berstatus debutan, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Provinsi Papua telah menyiapkan para atletnya untuk tampil di lima disiplin olahraga akuatik pada PON XX, yakni renang, renang perairan, renang artistik, loncat indah dan polo air.

Dari lima disiplin olahraga akuatik itu, PRSI Papua menargetkan setidaknya dapat menggenggam tiga medali emas dalam debut perdana mereka.

Read More

Sekretaris Umum PRSI Papua, Saharudin Ita mengatakan, pihaknya tak mau pesimistis sebagai cabor (cabang olahraga) debutan di PON XX. Mereka tetap optimistis bisa menargetkan medali emas dari disiplin renang.

Pada disiplin renang, PRSI Papua akan diperkuat salah seorang pemegang rekor nasional gaya punggung 200 meter putra, Farrel Amando Tangkas.

“Kita punya harapan bahwa sebagai tuan rumah ada medali emas yang bisa kita dapat. Khususnya di nomor gaya punggung, kita punya perenang dengan rekor nasional di gaya punggung 200 meter, Farrel Tangkas. Dia akan turun di 6 nomor, dan mudah-mudahan setengah dari itu kita bisa dapat,” kata Saharudin Ita belum lama ini kepada Jubi.

Total atlet akuatik Papua berjumlah sekitar 49 atlet yang akan tampil di lima disiplin. Dengan jumlah yang terbilang banyak itu, dia optimistis atletnya mendapatkan medali emas.

“Kalau renang kita ada 10 atlet, polo air ada 13, atlet per tim. Loncat indah ada 6 atlet, di renang artistik ada 3 atlet dan renang perairan ada 4 atlet. PRSI Papua total itu tidak sampai 50 atlet di 5 sub cabor itu. Yah, minimal kita PRSI menargetkan 3 medali emas,” katanya.

Ia menuturkan, bonus senilai Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Papua menjadi pemacu semangat bagi para atletnya, untuk menyumbangkan medali emas.

“Terutama kita berharap itu dari renang yang si Farrel itu, loncat indah dan renang indah, dari polo air nomor putra-putri kita juga berharap dapat medali. Apapun yang terjadi, karena bukan main bonus peraih medali emas yang dijanjikan bisa menjadi motivasi kita. Saya pikir kalau didengar oleh daerah lain pasti akan kaget dengan bonus kita. Tentu ini juga akan memacu semangat para atlet kita untuk berjuang semaksimal mungkin demi mendapatkan medali,” katanya.

Ia tak menampik bahwa persaingan atlet renang perairan akan sangat berat dan peluang kecil untuk mendapatkan medali. Namun, ia tetap optimistis atlet PRSI Papua dapat menyumbangkan medali emas.

“Untuk renang perairan terbuka, kecil harapan kita. Bukan mengucilkan, tapi kita akan berusaha untuk mendapatkan medali walaupun berat untuk medali emas,” katanya.

Tim loncat indah Papua yang akan bertanding di cabang olahraga akuatik PON XX sudah menyiapkan 6 atlet yang terdiri dari 3 putra dan 3 putri. Mereka menargetkan akan mendapatkan medali emas.

Sebagai olahraga debutan, tim loncat indah Papua tak mau pesimistis. Pelatih mereka yang mantan atlet nasional, Denny Saluling menuturkan, walaupun mereka masih debutan, timnya tetap mematok target medali emas.

“Untuk prediksi target kita memang kalau mau dibilang Papua ini kan masih baru dengan loncat indah. Kita ada 3 putra dan 3 putri dan mereka tetap turun di 10 nomor. Atlet saat ini semua dari DKI dan Jawa Timur, karena masih baru dan sulit cari atlet. Kita bicara peluang yah ada 1 atau 2 medali emas yah kita optimis[tis] saja kita nanti persembahkan yang terbaik,” ujar Denny. (*)

Editor: Timoteus Marten

Related posts