Provinsi di PNG rayakan masuknya Injil

Perayaan ‘Coming of the Light’ dirayakan di desa-desa pesisir di wilayah South Fly PNG dan di Selat Torres, Australia. - Daborr Mapa

Papua No.1 News Portal | Jubi

Mawatta, Jubi – Rangkaian perayaan telah dimulai Kamis ini (15/7/2021), menandai 150 tahun sejak misionaris Kristen pertama kali tiba di tempat yang modern ini menjadi daratan Papua Nugini.

Pada 17 Juli 1871, sekelompok misionaris dari London Missionary Society mendarat di Desa Mawatta, Provinsi Western. Mereka dipimpin oleh misionaris asal Skotlandia, Samuel McFarlane, dengan tujuan untuk menyebarkan Kekristenan kepada orang-orang di Pasifik.

Read More

Perayaan tersebut dikenal sebagai ‘Coming of the Light’ dan dirayakan di Selat Torres di Australia dan di desa-desa pesisir di wilayah South Fly di PNG.

Uskup Taiti Kelly, yang berbasis di Daru, menerangkan bahwa kedatangan tersebut menandakan, bukan hanya kedatangan agama Kristen ke wilayah tersebut, tetapi juga sistem pendidikan dan hukum Barat.

“Kedatangan terang itu kurang lebih merupakan Injil yang menembus masyarakat kita, bahwa kita dapat tahu bahwa Tuhan itu ada, dan kasih Tuhan yang memungkinkan kita untuk hidup bersama dengan rukun,” tutur Uskup Kelly.

Ia mengatakan injil itu telah membawa kerukunan bagi masyarakat di wilayah tersebut. “Perpecahan yang membagi-bagikan masyarakat, kelompok-kelompok bahasa yang berbeda, sehingga kita sekarang dapat melihat diri kita sebagai bagian dari komunitas orang-orang Kristen,” katanya.

Antropolog Universitas Papua Nugini, Dr. Madeleine Lemeki, mengatakan kedatangan misionaris di PNG memiliki dampak positif dan negatif.

Salah satu dampak yang negatif, katanya, adalah hilangnya adat dan budaya. “Secara tradisional, kita memiliki struktur sosial sendiri… yang digantikan oleh budaya yang datang dari luar,” jelas Dr. Lemeki.

Dr. Lemeki sendiri juga beragama Kristen, dan mengatakan ada juga hal-hal yang baik dari datangnya misionaris di PNG. “Kita adalah negara yang sangat religius,” tambahnya.

Paul Johnson, seorang warga Daru dan bendahara dari gereja United Church of PNG wilayah Barat, bersemangat, dia sudah tidak sabar menantikan perayaan Coming of the Light.

Akan ada khotbah, ibadah-ibadah gereja, dan tarian, dengan acara utama diadakan pada hari Sabtu, 17 Juli.

“Menurut saya, mengamati perjalanan gereja di negara ini dan pencapaiannya, saya pikir kami telah memiliki banyak pencapaian,” kata Johnson. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts