Papua No. 1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jumat – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Papua Barat menilai penerapan protokol kesehatan pada pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sudah cukup baik. Hal itu dinyatakan juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap di Manokwari, Jumat (11/12/2020).
Tiniap menyatakan pemantauan yang dilakukan di Manokwari menyimpulkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, para pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
“Sepanjang yang kami pantau, semua tertib. Pakai masker, cuci tangan sebelum masuk TPS, pengaturan jarak yang sangat bagus, dan yang terpenting kami tidak banyak melihat kerumunan di TPS,” ujar Tiniap kepada Kantor Berita Antara.
Tiniap menyatakan pihaknya belum mengetahui pasti dampak pemungutan suara terhadap perkembangan kasus Covid-19. Menurutnya, dampak itu baru dapat disimpulkan setelah ada data valid tentang sampel pemeriksaan usap di daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
Baca juga: 7 TPS Pilkada Bintuni terancam PSU, Bawaslu: 32 TPS sudah terkonfirmasi
Ia mengungkapkan dari sembilan daerah yang melaksanakan Pilkada, hanya Teluk Wondama yang konsisten melakukan pemeriksaan sampel usap. Sedangkan delapan daerah lain jumlah sample yang diperiksa fluktuatif.
“Untuk pelaksanaan Pilkada, yang kami khawatirkan adalah penggalangan massa seperti pelaksanaan kampanye atau euforia perayaan pemenangan. Untuk pemungutan suara terbukti protokol kesehatan diterapkan cukup ketat,” katanya lagi.
Ia menambahkan sejauh ini pihaknya pun belum memperoleh laporan terkait data penyelenggara Pilkada di Papua Barat yang terpapar Covid-19. Sesuai data Satgas Covid-19 per 10 Desember 2020, secara akumulatif warta terpapar Covid-19 di Papua Barat tercatat sebanyak 5.521 kasus.
Dari jumlah itu 4.932 diantaranya berhasil sembuh. “Pasien Covid-19 yang meninggal tercatat sebanyak 95 orang. Sejumlah 494 pasien masih dalam perawatan,” ucap Tiniap seraya mengingatkan masyarakat terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.(*)
Editor: Admin Jubi
