Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Pemerintah Distrik Sentani mengagendakan sosialisasi program rehabilitasi lahan kritis di Kampung Sereh dan Kampung Ifale. Teknik pelaksanaan sosialisasi diserahkan kepada pihak PT Freeport Indonesia sebagai pemilik program.
“Jenis tanaman yang dibutuhkan (untuk rehabilitasi) akan dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup. Lebih baik ditanami pohon bernilai ekonomi, tetapi bergantung kesesuaian lahan dan kesiapan warga setempat untuk menjaga serta merawatnya,” kata Kepala Distrik Sentani Yohanes Eroll Daisiu, Senin (30/11/2020).
Program rehabilitasi lahan kritis dari PT Freeport Indonesia bakal digelar pada 40 kampung yang meliputi masing-masing lima wilayah distrik di Kota dan Kabupaten Jayapura. Perusahaan pertambangan tersebut menargetkan menghijaukan kembali 3.810 hektare lahan kritis.
“Selain Sentani, rehabilitasi lahan kritis dilakukan di Distrik Waibhu. Kedua distrik ini menjadi daerah terdampak banjir bandang (Maret tahun lalu),” lanjut Daisiu.
Dia berharap warga setempat mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan tersebut. Mereka bisa menyampaikan pendapat dan masukan pada saat sosialisasi di kampung masing-masing.
Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani Deniks Felle menyatakan pemerintah setempat juga harus mendukung penuh program rehabilitasi dari PT Freeport. Dia bilang kesempatan ini tidak bakal terulang pada masa-masa mendatang.
“Dukungan dari pemeritah daerah tidak hanya seremonial. Manfaat ekonomi terhadap masyarakat juga harus diperhatikan,” kata Felle. (*)
Editor: Aries Munandar
