Papua No.1 News Portal | Jubi
Arawa, Jubi – Presiden Bougainville mengatakan wilayah itu harus merdeka dari Papua Nugini dalam waktu empat tahun ke depan.
Ishamel Toroama mengungkapkan permintaannya itu pada pembukaan pertemuan dua hari dengan Perdana Menteri PNG, James Marape, dimana mereka akan membahas masa depan Bougainville setelah referendum untuk menentukan nasib politiknya yang bersejarah di kawasan itu pada 2019.
“Bougainville harus merdeka dalam empat tahun ke depan, dengan pemilihan Anggota Parlemen negara Bougainville yang berdaulat pada Juni 2025,” tegasnya.
Rapat itu adalah pertemuan pertama dari serangkaian negosiasi antara pejabat-pejabat dari pemerintah PNG dan Bougainville untuk mengetahui bagaimana mereka akan menindaklanjuti hasil referendum.
Hasil referendum itu tidak mengikat secara hukum, dan seperti yang dimandatkan Perjanjian Damai Bougainville 2001, keputusan akhir dalam hal kemerdekaan Bougainville berada di tangan parlemen pusat PNG.
Pengacara bidang konstitusi dan penasihat pemerintah Bougainville, Anthony Regan, menerangkan bahwa meski Bougainville menginginkan kemerdekaan, itu adalah topik yang sensitif bagi pemerintah PNG.
“Karena mereka takut kalau kemerdekaan Bougainville akan dianggap sebagai preseden bagi daerah-daerah lain yang menginginkan otonomi atau pengaturan yang spesial,” jelasnya.
“Dan itu bisa juga menjadi awal dari keruntuhan identitas Papua Nugini yang jauh lebih serius.” (Pacific Beat)
Editor: Kristianto Galuwo
