TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Port Moresby capai titik kritis akibat varian Delta

Rumah Sakit Umum Port Moresby. - Rumah Sakit Umum Port Moresby

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Rumah sakit rujukan terbesar di Papua Nugini telah mencapai titik kritis akibat tingkat positif Covid-19 melonjak drastis hingga 85%, Kamis (21/10/2021) kemarin.

CEO dari Rumah Sakit Umum Port Moresby (Port Moresby General Hospital/ PMGH), dr. Paki Molumi di ibu kota negara itu mengungkapkan bahwa tiga anak telah meninggal tiga hari lalu akibat Covid-19.

Molumi juga mengatakan kemarin bahwa rumah sakit telah melaporkan jumlah tertinggi kematian ketika sampai di rumah sakit – 50 orang pada hari Senin, 40 kematian pada hari Selasa dan 30 pada Rabu.

Ini adalah salah satu indikasi bahwa rumah sakit tersebut telah mencapai titik kritis dengan layanan yang mulai kewalahan, kecuali mereka segera menerima lebih banyak dukungan.

“Saat ini PMGH sudah mencapai titik krisis. Gelombang yang pertama bisa kita tangani, gelombang kedua juga bisa kita tangani, tapi gelombang ketiga yang disebabkan oleh varian delta ini sangat agresif, dan kita saat ini sedang menghadapi masa-masa yang sangat kritis,” ungkapnya.

“Agresif dalam arti selang gelombang pertama, kita melihat banyak orang-orang tua yang terinfeksi, dan begitu juga dengan gelombang kedua. Kali ini, kita merawat orang-orang yang sangat muda – kita kehilangan tiga anak tiga hari lalu. Lonjakan ini tidak membeda-bedakan siapa pun, ini memengaruhi semua orang.”

PMGH juga dihadapkan pada dilema lain — terkait pemrosesan jenazah yang sangat membutuhkan dana dan berbagai berkas-berkas dan harus diselesaikan sebelum mereka dapat dikuburkan.

Jenazah yang masih menanti untuk diproses termasuk lebih dari 300 mayat dimana kebanyakan kasus terkait Covid-19. Rumah sakit pun tidak tahu di mana akan meletakan mayat baru yang keluar jika krisis Covid-19 terus berlanjut.

“Semakin banyak orang-orang meninggal dunia sebelum mencapai rumah sakit. Kamar mayat kami melaporkan 50 kematian pada hari Senin, 40 pada hari Selasa, dan 30 kematian saat masuk Rabu ini, dengan lebih banyak orang diperkirakan akan meninggal malam ini. Sebuah pemakaman massal dengan 200 mayat sedang direncanakan minggu ini agar ada lebih banyak ruang” katanya. (Asia Pacific Report)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us