Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni atau Porseni untuk menemukan anak-anak yang berbakat dalam bidang olahraga dan seni. Porseni yang akan diikuti 19 distrik di Kabupaten Jayapura itu akan digelar pada Mei 2021.
Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupabupaten Jayapura, Yaan Yoku. “Pada bulan Mei nanti kami akan adakan Porseni di tingkat distrik,” ujar Yoku saat dihubungi melalui panggilan telepon di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (1/2/2021).
Yoku menyatakan Porseni itu bagian dari upaya pembinaan usia dini. Menurutnya, 19 distrik di Kabupaten Jayapura akan mengirimkan peserta untuk berlomba menari Yosim Pancar, tari kreasi seni, dan berkompetisi dalam sejumlah cabang olahraga.
“Ini bagian dari pembinaan olahraga pada anak-anak usia dini, tetapi juga mengingatkan mereka tentang pentingnya seni dan budaya lokal melalui [lomba] tarian tradisional,” kata Yoku.
Baca juga: Ahli faal olah raga berperan cetak atlet berprestasi
Menurut Yoku, sejak pandemi COVID-19 mewabah di Papua, sejumlah kejuaraan tingkat nasional di Kabupaten Jayapura terhenti. Meskipun demikian, Yoku menyatakan pembinaan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Jayapura terus berjalan.
“Semua [kejuaraan] tidak berjalan karena [pandemi] COVID-19. Akan tetapi, kami akan berupaya untuk melaksanakan [kejuaraan tingkat] lokal bagi setiap SSB, guna mempersiapkan bibit pesepak bola yang unggul. [Kejuaraan] juga [penting] untuk mengetahui sampai dimana proses latihan dan pembinaan yang selama ini dilakukan di setiap SSB,” jelasnya.
Pemilik SSB Imanuel, Agus Ferre mengatakan pembinaan dan latihan rutin SSB Imanuel tetap berjalan pada masa pandemi COVID-19. Akan tetapi, Ferre membenarkan jika semua kejuaraan tingkat nasional maupun lokal telah terhenti gara-gara pandemi COVID-19 di Papua.
Ferre menyatakan kejuaraan tingkat lokal harus dihidupkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, untuk mengukur kemampuan anak-anak yang meminati olahraga. “Anak-anak juga perlu jam terbang [bertanding]. Beberapa waktu lalu., menjelang natal, ada pertandingan dan turnamen yang dilaksanakan. Tetapi hanya sebatas lokal,” kata Ferre. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
