PON XX tidak ditunda, seluruh kontingen bakal divaksin

Papua
Menpora RI, Zainudin Amali saat konferensi pers di Istana Negara Jakarta / Istimewa

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali dalam keterangan persnya di Istana Negara Jakarta, Senin (15/3/31) menegaskan bahwa pelaksanaan iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tidak akan mengalami penundaan. PON XX tetap akan dihelat pada tanggal 2 -15 Oktober tahun ini.

Kata Menpora Amali, meskipun tak mengalami penundaan, namun setiap kontingen menjelang iven PON XX nanti wajib melakukan vaksinasi.

Read More

“Pak Gubernur Lukas Enembe pada prinsipnya mengatakan bahwa semua sudah siap, maka sesuai arahan Pak Presiden, karena itu sudah siap, kita akan tetap gelar pada 2021 ini dan tidak ada penundaan,” kata Menpora Amali.

Menurut Amali, hal lain yang disampaikan Presiden bahwa akan ada vaksinasi, di Kemenpora sudah ada program vaksinasi bagi para atlet, dan tenaga pendamping itu sudah kita mulai pada 26 Februari lalu dan sekarang masih terus berjalan prosesnya.

“Dan arahan Pak Presiden seluruh kontingen akan divaksin baik atlet, pelatih, ofisial dan tenaga pendukung, bahkan juga pak Presiden mengarahkan masyarakat di sekitar venue itu harus divaksin untuk memastikan bahwa pada saat iven PON nanti mereka sudah tervaksin semuanya,” tambah Menpora.

Untuk pelaksanaan PON XX nantinya, Menpora Amali mengatakan bahwa Pemerintah sedang menimbang pada situasi pandemi Covid-19, untuk memastikan apakah iven tersebut akan digelar tanpa penonton atau dengan kapasitas normal.

“Tentu ada pertanyaan akan seperti apa pelaksanaannya, dan kita akan lihat perkembangannya nanti, apakah ini akan dilaksanakan tanpa penonton, terbatas atau dalam kapasitas normal,” terangnya.

Guna mensukseskan iven PON XX di tengah situasi pandemik, Menpora Amali menuturkan, pihaknya akan belajar dari perhelatan Olimpiade Tokyo di Jepang yang akan dihelat pada Juli tahun ini.

“Kita akan belajar dari iven Olimpiade Tokyo di Jepang, yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Kita akan melihat di situ nanti penerapannya seperti apa, protokol kesehatan itu menjadi bagian penting dan harus dilakukan dengan disiplin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional atau PB PON Papua, mengungkap alasan Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta pelaksanaan iven empat tahunan yang akan digelar di provinsi paling timur Indonesia pada Oktober 2021 mendatang ditunda.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda mengatakan permintaan penundaan disampaikan Lukas Enembe yang merupakan Ketua Umum PB PON ke-20, ketika bertemu Wakil Presiden Ma’ruf Amin, 24 Februari 2021 lalu.

“Ada dua alasan utama Gubernur Papua meminta pelaksanaan PON digeser (ditunda) ke tahun berikut (2022). Pertama karena [situasi] Covid-19 ini terus meningkat. Kedua, Pak Gubernur melihat ini pesta rakyat dan euforia rakyat. Karena PON ini pesta rakyat, beliau mau jangan lagi ada pembatasan,” katanya.

Menurut Ketua DPR Papua itu, gubernur berpandangan jika PON ke-20 dilaksanakan pada masa situasi pandemi korona, kemungkinan pembukaan dan penutupan dilakukan secara virtual. Seperti saat peresmian stadion utama PON Papua beberapa waktu lalu.

“Gubernur tidak mau seperti itu. Beliau mau rakyat datang langsung menyaksikan event ini karena kita mau tunggu lagi ivent berikut seperti itu, [Papua tuan rumah] mungkin nanti 100 tahun lagi. Dua alasan itu yang disampaikan Gubernur kepada Wakil Presiden. Namun semua kewenangan ada pada Presiden,” ujarnya.

Wonda mengatakan, meski Gubernur Papua meminta pelaksanaan PON ditunda, namun pihaknya tetap melakukan persiapan sesuai jadwal. PON ke-20 di Papua direncanakan digelar pada 2 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts