PON XX sebulan lagi, Anggaran konsumsi dan transportasi Rp1,4 Triliun belum cair

Papua
Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda - Jubi/Sudjarwo Husain.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggaran dari APBN yang diajukan oleh Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional atau PB PON Papua kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp1,4 triliun untuk konsumsi, akomodasi, transportasi lokal dan SDM belum juga dicairkan walau pelaksanaan PON XX hanya tersisa sebulan.

Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda mengatakan sampai hari ini pihaknya masih menanti pencairan anggaran tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan anggaran tersebut dicairkan.

Read More

“Sampai hari ini anggaran APBN itu belum turun. Anggaran APBN itu yang akan membiayai konsumsi dan juga membiayai non hotel, baik itu aset atau semuanya yang ada di dalam APBN,” kata Wonda kepada wartawan.

Ia menjelaskan lambatnya pencairan anggaran tersebut dikarenakan masih dalam tahap review Kementerian Keuangan.

“Memang yang jadi persoalan kita saat ini adalah terkait dengan konsumsi. Mungkin kalau yang lain, kita masih bisa deal-deal. Tapi kalau yang namanya konsumsi ini kan sulit sekali. Apalagi kita bukan kasih makan di bawah seratus atau dua ratus orang, tapi enam ribu, tujuh ribu, sampai delapan ribuan orang. Ini yang kita masih tunggu Rp1,4 triliun dari APBN, itu yang sampai hari ini belum masuk,” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya tak mau pesimis dan tetap fokus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan PON XX. Sampai dengan saat ini, pihaknya tetap berjalan dengan bantuan hibah APBD Provinsi.

“Saya pikir, segala upaya dan daya sudah kita lakukan. Kami juga tidak bisa mendesak karena ada juga mekanisme di pemerintah pusat. Tinggal beberapa hari lagi PON akan dilaksanakan, kita harus melayani tamu, karena di tanggal 18 dan 19 September itu para tamu, atlet sudah ada di sini dan itu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

“Kami punya target PON XX akan tetap dibuka sesuai tanggal 2 Oktober dan penutupan tanggal 15 Oktober. Dan sesuai schedule seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengatakan kegiatan CdM meeting III dan Delegation Registration Meeting (DRM) yang digelar selama tiga hari, 26 – 28 Agustus akan meyakinkan kesiapan Papua sebagai tuan rumah PON XX.

“Sehingga mereka lihat kesiapan akhirnya, mereka mengkoordinasikan hal-hal yang perlu disampaikan juga masalah keabsahan dari atlet-atletnya. Oleh karenanya dengan berjalannya CdM meeting III dan DRM ini saya harapkan pada pelaksanaan PON nanti tidak membuang waktu yang masih mempermasalahkan asal atlet,” kata Norman.

Ia berharap lewat CdM meeting III dan DRM, seluruh hal yang masih mengganjal masing-masing kontingen peserta PON bisa segera difinalisasi.

“Saya harapkan mereka sudah yakin hal-hal yang harus dikerjakan, semoga pada tanggal 23 September pertandingan pertama akan dimulai, tetapi pembukaannya tetap pada tanggal 2 Oktober nanti oleh Bapak Presiden dan penutupannya tanggal 15 Oktober,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts