PON XX Papua bisa menginspirasi generasi muda untuk tekuni olahraga

Suporter tim sepakbola PON Papua
Para supporter yang hadir di pertandingan sepak bola putra antara tim Papua VS tim Aceh di Stadion Mandala. Kota Jayapura, Kamis 14 Oktober 2021 - Jubi/PB PON XX PAPUA-Husni Oa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua dinilai berdampak baik bagi masyarakat Papua, khususnya generasi muda. Perhelatan kompetisi olahraga multi cabang itu dinilai akan menginspirasi agar para generasi muda Papua dididik untuk menekuni olahraga.

Hal itu disampaikan, Agusti Ongge, warga Kampung Harapan, Distrik Sentani timur Kabupaten Jayapura. “PON itu punya dampak tersendiri. Masyarakat bisa langsung lihat setiap cabang olahraga. Dari situ mereka bisa berfikir kalau olahraga itu penting bagi anak-anak mereka ke depan,” kata Ongge kepada Jubi, Jumat (15/10/2021).

Read More

Ongge yakin Papua merupakan gudang anak muda yang memiliki bakat olahraga. Akan tetapi, banyak anak muda yang tidak melibatkan diri dalam aktivitas olahraga, dan pembinaan dari setiap cabang olahraga kurang terasakan.

Baca juga: Banyak warga dengan undangan tidak bisa hadiri penutupan PON XX Papua

“Papua itu gudang atlet, cuma kurang di pembinaan saja, jadi terlihat santai saja. Dengan PON, [semoga] Papua ke depan lebih efektif lagi [membina cabang olahraga. Orangtua harus beri dorongan kepada anak-anak supaya mereka bisa ikut cabang olahraga di PON mendatang,” ujar Ongge.

Ongge juga berharap hasil PON XX Papua menjadi bahan untuk mengevaluasi Dinas Olahraga dan Pemuda Papua dan dinas yang menangani bidang keolahragaan di kabupaten/kota. “Saya lihat tim dari daerah [lain] datang dengan atlet yang andal, siap, dan jam terbangnya tinggi. Sedangkan Papua, tidak ada, Papua ini baru mau memulai,” kata Ongge.

Warga lainnya, Sem Giay juga mengapresiasi penyelenggaraan PON XX Papua. Namun Giay juga mengkritik banyaknya “atlet jadi” yang dikontrak untuk berlaga atas nama Kontingen Papua.

“Dari setiap cabang yang saya ikuti, yang saya lihat di siaran langsung, anak-anak Papua hanya beberapa saja. Sebagian besar itu orang pendatang semua. Apakah anak-anak Papua tidak bisa, atau apa? Itu kembali kepada dinas terkait untuk lakukan pembinaan generasi muda. Kita akan bangga kalau kita punya anak-anak sendiri yang berjuang, bukan pemain yang dikontrak,” kata Giay. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts