Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi menegaskan, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 tetap dilaksanakan di Papua.
Penegasan ini setelah dilakukan pertemuan antara Menpora dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (26/8/2019) dalam rilis yang diterima Jubi, Selasa (27/8/2019).
Kata Menpora, sesuai hasil rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Jokowi, PON tetap dilaksanakan di Papua tentu dengan penyederhanaan dan rasionalisasi jumlah Cabang Olahraga (Cabor).
Menurutnya, jumlah Cabor tersebut harus sesuai dengan sport olimpic dan sesuai kondisi di Papua baik kondisi infrastruktur, venue maupun ketersediaan atlet-atlet di Papua.
“Saya senang, setidaknya Papua sudah melakukan pemusatan latihan kepada 1300 atlet. Ini kabar yang sangat baik,” katanya.
Selain itu, kata Menpora, Pemerintah Pusat akan terus memberikan pendampingan baik melalui Asian Games guna mendampingi PB PON dalam rangka penyelenggaraan 2020.
Mengenai POPNAS dan Peparpenas yang resmi dipindahkan dari Papua, Menpora menerangkan, sesuai surat dari Gubernur Papua, maka sudah dipertimbangkan dan dipindahkan ke Jakarta.
“Setidaknya venue-venue bekas Asian Games masih bisa digunakan,” ujarnya sembari menegaskan bahwa Papua hanya fokus tuan rumah PON 2020.
Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, suksesnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di bumi cenderawasih, bergantung kepada dukungan Negara. Dengan demikian, dia harapkan ada dukungan negara terhadap pelaksanaan PON yang sampai saat ini masih kekurangan sekitar Rp4 triliun.
“Kalau negara tidak dukung (PON), kita gagal. Ya (tapi) kegagalan bukan (dari) provinsi, tapi kegagalan negara,” kata Enembe, di Jayapura belum lama ini.
Menurut Gubernur Lukas Enembe, pelaksanaan PON XX Papua tahun 2020 bukan saja menjadi agenda pemerintah provinsi, tetapi juga negara, di mana Papua mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Oleh karenanya, hasil evaluasi PON 2020 akan dilaporkan kepada Presiden dalam waktu dekat, dengan harapan mendapat perhatian pusat. (*)
Editor : Edho Sinaga
