Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepolisian Resor Jayapura akan memfasilitasi pertemuan para relawan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua dengan Bidang Sumber Daya Manusia Panitia Besar atau Bidang SDM PB PON XX Papua. Pertemuan itu diharapkan dapat mencari solusi terkait masalah pembayaran honorarium para relawan PON.
Hal itu dinyatakan Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jayapura, Ajun Komisaris Komang YW Kusuma saat menemui para relawan PON XX Papua yang berunjuk rasa di Kantor Bupati Jayapura pada Kamis (11/11/2021). Ia menyatakan pihaknya akan mempertemukan 10 wakil relawan untuk berdialog dengan Bidang SDM PB PON XX Papua.
“Terkait dengan tuntutan relawan PON, tadi sudah kami fasilitasi. Kesepakatannya kami bawa perwakilan 10 orang relawan untuk bertemu dengan SDM PB PON XX Papua, bersama Pak Ted Y Mokay selaku SDM Sub PB PON Kabupaten Jayapura. Nanti akan kami telusuri akar permasalahannya di mana,” kata Komang.
Menurut Komang, masalahan pembayaran honorarium relawan PON cukup kompleks. Ia berharap para relawan PON bersabar, dan tidak berunjuk rasa dengan menaruh palang untuk memblokade Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Tuntut honorarium, relawan PON XX Papua palang kantor Bupati Jayapura
“[Masalah itu] tidak bisa diselesaikan dua pihak saja. Harus diselesaikan [dengan mempertemukan] tiga pihak untuk membahas masalah itu. Kami sudah fasilitasi, kami akan berkoordinasi dan tentukan waktu untuk membahasnya. Mudah-mudahan kita bisa bertemu secepat, agar bisa menyelesaikan masalah itu,” jelasnya.
Salah satu relawan yang bertugas di arena sofbol PON XX Papua, Jumalia Andi (19) ia telah melayani urusan transportasi di arena itu selama 20 hari.
“Saya kerja datang pagi jam 06.00 WP, pulang itu jam 20.00 WP. Saya kerja di dua tempat, kadang pulang jalan kaki dari AURI ke Kemiri, tapi saya hanya digaji Rp300 ribu. Itu uang apa? Kenapa 20 hari kerja saya dikasih Rp300 ribu? Tolong Pak Ted Bidang SDM [Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura] jelaskan dulu masalahnya di mana,” kata Jumalia.
Jumalia menyatakan para relawan PON sudah cukup bersabar ketika disuruh menunggu transfer rekening bank, namun saldo rekening bank itu kosong. “Kami diberi informasi di grup, ‘kau sudah ditransfer’, [tapi ketika kami] cek, kosong. Kami cek besoknya, cuma Rp300 ribu. Saya kerja dua venue, jadi kalau dihitung seharusnya saya dapat Rp6 juta, karena kerja dari 23 September 2021 sampai 15 Oktober 2021,” katanya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
