Polda Papua nyatakan 9 anggota TPNPB tewas dalam kontak tembak Selasa

Ilustrasi Kontak Tembak di Papua
Ilustrasi pixabay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah Papua menyatakan sembilan anggota kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB tewas tertembak dalam kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Puncak pada Selasa (27/4/2021). Polda Papua juga menyatakan kontak tembak pada Selasa membuat pasukan TPNPB mundur lebih dari 2 kilometer dari Distrik Gome.

Hal itu dinyatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes AM Kamal di Kota Jayapura, Rabu (28/4/2021). “Dari data-data lapangan dan digital aparat keamanan, diketahui sembilan anggota KKB tewas,” kata Kamal usai menghadiri sarasehan pers yang diselenggaraka Pemerintah Provinsi Papua pada Rabu.

Read More

Kamal menyatakan hingga Rabu Satuan Tugas Nemangkawi tidak menemukan jenazah sembilan anggota TPNPB yang tewas dalam kontak senjata pada Selasa. Menurut Kamal, jenazah anggota TPNPB yang tewas itu telah dibawa pergi TPNPB.

Baca juga: Pasca kontak senjata pada Selasa, warga sipil di sejumlah distrik mengungsi

Kamal menyatakan kontak tembak pada Selasa juga membuat aparat keamanan memaksa TPNPB menarik mundur pasukannya dari Distrik Gome. “Yang jelas dengan adanya perlawanan, berhasil membuat KKB mundur hampir sekitar 2 kilometer dari Distrik Gome,” ujar Kamal.

Saat ditanya soal adanya warga yang mengungsi, Kamal menyatakan masyarakat yang mendengar kontak senjata pada Selasa memang memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meskipun demikian, Kamal membantah ada lokasi pengungsian warga di Puncak.

“Mereka memilih memgungsi ke rumah ibadah [atau gereja], karena dinilai paling aman. Jadi tidak ada itu pengungsian,” katanya. Ia menambahkan pada Rabu kondisi di Puncak, Ilaga, Beoga dan sekitarnya sudah kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi atau tanggapan dari TPNPB atas pernyataan Polda Papua yang menyebut sembilan anggota TPNPB tewas dalam kontak tembak Selasa.

Baca juga: Pasca kontak senjata pada Selasa, warga sipil di sejumlah distrik mengungsi

Sejumlah pihak yang dihubungi Jubi pada Rabu menyatakan warga sipil dari sejumlah kampung di Distrik Gome, Mayuberi, Gome Utara, dan Beoga meninggalkan kampung halaman mereka saat terjadi kontak tembak antara TPNPB dan TNI/Polri pada Selasa. Pada Rabu, sebagian warga itu masih berada di lokasi pengungsian mereka.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan dampak kontak tembak antara TPNPB dan TNI/Polri pada Selasa masih terasakan hingga Rabu. Di Distrik Gome, sejumlah warga sipil mengungsi.

“Warga dari Kampung Mitimaga, Tegelobak, Upaga mengungsi ke halaman gereja di Ninggimbome, [Distrik Omukia]. Sementara Masyarakat di Gome, semua kumpul di halaman gereja Gome. Dari insiden kemarin, masyarakat di Kampung Upaga tidak [ada yang menjadi] korban. Kemarin, saat masyarakat mengungsi, gereja dan pemerintah membantu mengevakuasi mereka,” kata sumber Jubi itu.

Baca juga: Pascapenembakan Kabinda, Pemerintah diminta segera cari solusi akhiri kekerasan di Papua

Menurut sumber itu, pada Rabu jumlah warga sipil yang meninggalkan kampung halaman mereka semakin banyak, sehingga anak-anak pengungsi halaman gereja di Ninggibome semakin banyak. “Masyarakat saat ini kendala bahan makan [dan memerlukan] tenaga medis untuk mengobati masyarakat yang sedang sakit. Mereka sakit [sejak] sebelum ada pengungsi,” katanya.

Warga sipil di Distrik Mayuberi, seperti di Kampung Maki dan Paluga juga dilaporkan mengungsi. Begitu juga dengan warga Kampung Mundidok di Distrik Gome Utara.

Sumber jubi di Beoga mengatakan pergerakan pasukan TNI/Polri telah sampai di Kampung Tinggilibet. Hal itu membuat warga di Kampung Tinggilibet dan Kampung Dambet memilih mengungsi ke Distrik Wangbe.

“Jadi masyarakat Dambet dan Tinggilibet sudah mengungsi. Masyarakat dalam kondisi trauma, sehingga mereka tidak bisa tinggal di Dambet. Kami belum bisa pastikan jumlah [pengungsi], sebab hampir semua masyarakat di Dambet mengungsi,” katanya. (*)

Ralat: Berita ini pengalami perbaikan. Dalam pemberitaan awal tertulis “Kepolisian Daerah Papua menyatakan sembilan anggota kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB tewas tertembak dalam kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Puncak pada Selasa (28/4/2021).” Informasi itu pada Kamis (29/4/2021) pukul 16.11 WP diperbaiki menjadi “Kepolisian Daerah Papua menyatakan sembilan anggota kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB tewas tertembak dalam kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Puncak pada Selasa (27/4/2021).” Kami memohon maaf atas kesalahan tersebut. 

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts