Papua No.1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Wamena, Papua, Senin (13/7/2020), menggelar aksi di halaman kantor dinas otonom Wenehule Huby menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya memperhatikan sejumlah bidang.
Ketua Presidium PMKRI cabang Wamena, Arianus Lokobal, mengatakan sampai saat ini bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan pada kepemimpinan bupati dan wakil bupati saat ini belum tampak.
“Kami minta segera ganti kepala-kepala OPD karena yang sekarang ini statusnya pelaksana tugas semua,” katanya.
Senior PMKRI cabang Wamena, Yosep Lokobal, juga menilai sejumlah bidang lain seperti seni (musik) dan olahraga (sepak bola, tinju) kurang diperhatikan, padahal dulu Jayawijaya memiliki nama atau potensi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menunjang.
“Masyarakat bisa lihat, begitu pergantian roda pemerintahan dari 2018 hingga 2020 sudah memasuki dua tahun pemerintahan Jhon Banua dan Marthin Yogobi, masyarakat di 40 distrik bisa menilai mana yang menonjol dan mana yang tidak,” katanya.
Ia mengatakan bidang pembangunan memang berjalan, begitu juga dengan visi misi bupati dan wakil bupati soal 3W (Wen, Wam, Wene), tetapi bidang lainnya tidak.
“Padahal bakat masyarakat Jayawijaya dan pemuda Jayawijaya sudah siap, cuma pemerintah tidak mendukung,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua, dan wakil bupati menerima aspirasi yang disampaikan dan mengatakan sebenarnya pada 2019 akan dilakukan perombakan di tubuh OPD, namun terhalang rusuh pada 23 September 2019.
“Kita rencanakan juga ada pergantian perangkat daerah di 2020, namun awal tahun sudah terdampak corona. Tetapi aspirasi ini sesuatu hal yang baik bagi kami, untuk tetap mengingatkan kami, apa yang telah disampaikan semuanya akan kami terima,” katanya. (*)
Editor: Kristianto Galuwo
