Papua No.1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mencatat, golongan putih atau Golput memperoleh suara terbanyak atau unggul dalam rekapitulasi suara final di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat.
Hasil rekapitulasi final KPU Kota Depok menunjukkan Golput mencapai 481.016 atau 39,12 persen dari total 1.229.362 daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah itu merupakan akumulasi dari jumlah suara tidak sah sebanyak 29.391 dan pemilih yang tak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 451.652 warga pemilik hak pilih.Dengan angka tersebut, golput di Kota Depok mengungguli dua pasangan calon yang bertanding dalam Pilkada Kota Depok 2020.
Baca juga : Pilkada 2020, suara tiga calon petahana di provinsi ini tertinggal
Pilkada 2020, perolehan suara calon tunggal ini bersaing keras melawan kotak kosong
Massa suarakan penolakkan pencalonan Non-OAP di pilkada
Hingga Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota pada Selasa (15/12/2020) kemain, KPU Kota Depok mencatat Paslon wali kota dan wakil wali kota Mohamad Idris-Imam Budihartono mengungguli rivalnya dengan memperoleh 415.657 suara atau 55,54 persen.
Sedangkan, Paslon Pradi Supriyatna-Afifah Alia memperoleh 332.689 suara atau 44,45 persen. Perolehan tersebut tak melenceng jauh dari versi hasil hitung cepat malam usai proses pemungutan suara pada Rabu (9/12/2020) lalu.
Hasil hitung cepat atau quick count Voxpol Center Research and Consulting kala itu mencatat Idris-Imam unggul 53,35 persen dari Pradi-Afifah dengan 46,64 hingga 93 persen suara masuk.
Idris-Imam adalah wakil petahana yang didukung oleh tiga partai koalisi, PKS, Demokrat, dan PPP. Sedangkan Pradi-Afifah didukung oleh koalisi Gerindra, PDI-P, Golkar, PAN, PKB, dan PSI. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
