Papua No. 1 News Portal | Jubi
Brisbane, Jubi – Forum Kebebasan Media Melanesia, Melanesia Media Freedom Forum, mengungkapkan bahwa wartawan-wartawan di seluruh Pasifik menghadapi tekanan yang semakin genting. Forum ini mengadakan pertemuan tahunannya di Brisbane pekan ini.
Forum Melanesia Media Freedom berkata demokrasi global telah menurun dan penyebaran informasi yang salah terus meningkat. Di Melanesia, menurut pernyataan kelompok itu, media sosial adalah ancaman eksistensial bagi perusahaan-perusahaan media dimana kaum perempuan juga menghadapi diskriminasi.
Menurut forum ini, situasinya yang sangat memprihatinkan secara khusus adalah di West Papua, di mana MMFF mengklaim beberapa wartawan diintimidasi, dikriminalisasi, ada juga yang terbunuh.
MMFF mendesak pemerintah-pemerintah Melanesia untuk menghormati pers dan memastikan keamanan jurnalis. Kelompok ini meminta pemerintah Indonesia untuk ‘mengkriminalkan jurnalis’ dan menyelidiki setiap serangan terhadap wartawan, membuka akses ke West Papua dan segera mengakhiri ‘informasi yang salah informasi dan disinformasi tentang West Papua yang disponsori negara.’
MMFF juga menegaskan Vanuatu harus mendukung pengajuan banding yang diajukan oleh Editor surat kabar Vanuatu Daily Post, Dan McGarry, atas penolakan izin kerjanya.
Pemerintah Vanuatu juga harus ‘menghentikan serangannya terhadap Media Association of Vanuatu, yang merupakan suara yang diakui industri media,’ tulis MMFF.
Di Fiji, pemerintah harus mencabut keputusan mengenai media yang yang memberlakukan hukuman kejam era Drakon yang melumpuhkan kebebasan pers.
MMFF menegaskan ancaman terhadap kebebasan media semakin meningkat, termasuk undang-undang yang membatasi, intimidasi, ancaman politik, ancaman dan tuntutan hukum, kekerasan dan kebrutalan polisi dan militer, serta penahanan yang tidak sesuai hukum.
Ancaman lainnya termasuk penyerangan daring, rasisme berdasarkan kelompok etnis, dan ancaman yang selalu terjadi, terutama oleh wartawan muda dan perempuan yang mungkin menghadapi kekerasan baik di tempat kerja, maupun di rumah mereka sendiri.
Tokoh-tokoh publik, termasuk politisi dan pejabat publik, juga menjadi lebih enggan dalam menanggapi pertanyaan langsung dari media.
MMFF terdiri dari media Fiji, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, dan West Papua.
Sementara itu Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) juga telah mendesak Pemerintah Vanuatu, untuk meninjau kembali keputusannya untuk menolak pengajuan pembaruan izin kerjanya Dan McGarry.
Federasi itu juga meminta pemerintah untuk berhenti menyerang Media Association of Vanuatu, yang dikatakan membatasi kemampuan wartawan untuk pelaporan dan pers yang bebas. (RNZI)
Editor: Kristianto Galuwo
