Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Anggaran APBN senilai Rp1,4 triliun yang akan digunakan untuk konsumsi, akomodasi, dan transportasi lokal pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX belum juga cair, meskipun hari H sudah kian dekat.
Lambatnya pencairan anggaran tersebut mendapatkan perhatian dari DPR Papua dan tim Pansus PON XX serta Peparnas XVI.
Ketua DPRPapua, Johny Banua Rouw, mengatakan kesiapan Papua sebagai tuan rumah pelaksanaan PON XX sejatinya sudah sangat siap. Hanya saja anggaran APBN yang belum cair itu sedikit mengganggu kesiapan, mengingat akan diperuntukkan pada penyediaan konsumsi, akomodasi, dan transportasi lokal.
“Secara khusus, PB PON dan Sub PB PON di 4 klaster sudah siap melaksanakan PON XX yang akan dilaksanakan di Papua. Walaupun kita tahu bersama bahwa sampai saat ini menjadi kendala utama bagi PB PON dan Sub PB PON adalah terkait dengan dana Rp1,4 triliun yang menjadi kesepakatan itu tanggung jawab pemerintah pusat yang sampai hari ini kita dengar belum dikirimkan kepada PB PON dan ini sangat mengganggu persiapan pelaksanaan PON di Papua,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.
Anggaran tersebut dianggap akan sangat membantu tuan rumah dalam menyiapkan iven PON XX yang optimal. Pasalnya, PON XX ini berbeda dengan PON-PON sebelumnya, di mana konsumsi, akomodasi, dan transportasi digratiskan bagi tiap kontingen.
“Jadi nilai Rp1,4 triliun ini di dalamnya diperuntukkan yang pertama ada konsumsi, akomodasi, transportasi lokal. Padahal ini adalah fungsi utama dalam pelaksanaan PON. Perlu kita tahu bahwa pelaksanaan PON XX ini semua biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi ditanggung oleh Pemerintah Papua atau PB PON,” jelasnya.
DPR Papua pun berjanji akan segera meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mencairkan anggaran tersebut.
“Dalam waktu dekat kita akan meminta kepada pemerintah pusat lewat momen ini untuk segera dapat mencairkan atau mengirimkan dana Rp1,4 triliun, karena tanpa uang ini sangat menganggu pelaksanaan PON,” tekannya.
Sementara itu, Ketua Pansus, Jack Komboy, mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi agar pencairan anggaran APBN senilai Rp1,4 triliun tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat.
“Kita akan mengundang eksekutif, terutama tim anggarannya pemerintah. Sehingga di situlah kita berdiskusi untuk kita bisa mencari solusi atau ruang-ruang yang akan digunakan karena ini sudah H-20, H-32. Tugas kami anggota Pansus dan pimpinan komisi di sini, tentunya akan mencari jalan kita selanjutnya untuk bagaimana kita mencari solusi terkait anggaran Rp1,4 triliun itu,” kata Jack.
Baca juga: Promosi kurang, gaung PON XX belum maksimal
Terpisah, Sekretaris Jenderal KONI Pusat, TB Ade Lukman, mengatakan pihaknya juga sudah menjadi jembatan untuk meyakinkan pemerintah pusat perihal tersebut. Pihanya berharap anggaran tersebut bisa segera dicairkan.
“Kami juga sudah coba membantu untuk anggaran APBN dan ini sudah terkomunikasi dengan baik antara PB PON dan KONI dan kami ikut monitor juga dan mudah-mudahan ini bisa segera direalisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
