Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Putusnya kabel optik PT Telkom sejak Jumat (30/4/21) pekan lalu, cukup menyulitkan sejumlah pihak yang dalam aktivitas kesehariannya yang terkait layanan internet. Tak terkecuali dengan Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang sedang sibuk-sibuknya menyiapkan perhelatan olahraga akbar empat tahunan di Indonesia itu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Papua, Jerry Yudianto, yang juga membidangi bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) PB PON, mengatakan sampai dengan saat ini proses yang tengah berjalan yakni pendaftaran entry by name.
“Untuk entry by name sebenarnya tidak begitu banyak berpengaruh karena klien pendaftar kita itu berada di luar titik gangguan (Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi). Sementara untuk server SIMPON ini kan ada di Cloud yang selama bisa diakses tidak menjadi masalah, jadi semacam itu. Aplikasi entry by name masih bisa berjalan karena server kita Cloud. Proses entry by name itu tetap bisa berjalan karena otomatis. Itu kan pakai Cloud, big data jadi berjalan secara otomatis dengan sendirinya,” katanya saat dihubungi awak media Jubi belum lama ini.
Di luar proses pendaftaran entry by name, Jerry mengaku tugas-tugas maupun layanan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bidang TIK dalam persiapan menjelang PON XX cukup terganggu.
“Untuk kami memonitoring dari sini dengan kondisi internet saat ini, agak sulit dan jelasnya tidak bisa. Otomatis yang menyulitkan kita pastinya kita akan sesegera mungkin menyiapkan link condency yang bisa mengakses internet karena platform digital kita menggunakan Cloud tapi untuk seperti digital campaign yang kita kelola melalui media sosial itu tidak bisa kita monitor. Tetapi itu kan bisa dilakukan sebatas kita bisa menyiapkan link condency itu. Itu saja yang menyulitkan. Tetapi untuk aplikasi SIMPON itu sementara ini partisipannya berada di luar, bisa berjalan lancar,” ujar Jerry.
Dirinya menuturkan pihaknya akan mengambil langkah-langkah alternatif untuk bisa meng-cover jaringan internet yang tengah krisis. Salah satunya, dengan menghidupkan link condency yang tengah dikoordinasikan dengan pihak Telkom.
“Sekali lagi, ini kan force majeure tetapi tetap rencana kita dalam rangka penyediaan infrastruktur khususnya di lokasi-lokasi klaster dan venue itu tetap menjadi konsen kita, misalnya link internet di masing-masing venue itu ada backup-nya, tetapi khusus untuk di luar itu yang mungkin di luar tanggung jawab operator,” bebernya.
Dirinya berharap, di sisa lima bulan pelaksanaan PON XX ini kejadian serupa tak terjadi lagi, dan pihak operator ataupun PT Telkom bisa memberikan solusi dengan menyediakan link backup ke luar dengan kapasitas yang memadai.
“Kita harapkan dengan kejadian ini sesegera mungkin pihak operator memberikan solusi memberikan link backup ke luar, seperti saat ini link backup Telkom sangat kecil sekali. Nah, itu yang menjadi kendala, kalau link backup-nya besar otomatis bisa cepat di-recovery. Tetapi link backup itu sangat berpengaruh kepada pembiayaan,” pungkasnya.
Baca juga: Telkom siapkan layanan 4G terbatas untuk akses publik
Sebelumnya, Asisten I Sekda Papua, Doren Wakerkwa, meminta agar Telkom bisa secepatnya melakukan perbaikan pada kabel optik yang terputus. Pasalnya, situasi ini mengganggu semua akses pelayanan publik termasuk persiapan PON XX dan Peparnas XVI di Papua.
“Dengan putusnya jaringan ini mempengaruhi pelayanan semua pemerintahan dan kesiapan PB PON maupun PB Peparnas. Semua akses sudah terganggu saya harap supaya hal ini harus dibuka dan cepat diselesaikan. Karena seluruh akses pemerintah di Papua terganggu dan seleksi sekolah juga universitas ikut terganggu. Termasuk PB Peparnas terganggu dengan adanya kabel optik yang terputus,” tekannya.
Layanan internet PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Jayapura, Sarmi, dan sekitarnya mengalami gangguan sejak Jumat (30/4/21) malam, pukul 19.40 WIB, yang disinyalir akibat putusnya infrastruktur kabel laut Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Sarmi.
Vice President Corporate Communication PT Telkom Indonesia, Pujo Pramono, dalam rilisnya mengatakan untuk layanan telepon dan SMS sudah kembali normal pada hari yang sama, tepatnya pukul 22.45 WIB. Sementara itu, untuk layanan data baik fixed maupun mobile broadband masih dalam proses pemulihan kualitas layanan secara bertahap dengan mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio IP terrestrial, dan juga dukungan dari infrastruktur lainnya termasuk pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya yang terdampak. Kami akan mengupayakan percepatan agar kualitas layanan bisa segera kembali normal,” ungkap Pujo. (*)
Editor: Dewi Wulandari
