Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Arianto, mengatakan peredaran narkoba di masa pandemi Covid-19 dilakukan secara manual karena lebih gampang.
“Kalau penjualan narkoba melalui media digital cenderung berkurang, karena teknologi BNN luar biasa sekali sehingga bisa memantau,” ujar Arianto di Hotel Horison Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (25/11/2020).
Menurut Arianto, cara bertransaksi narkoba secara manual dinilai aman agar menghindari pantauan dari petugas BNN, yang sedang menyamar menjadi pembeli.
“Kalau secara manual, yaitu menawarkan secara langsung kepada orang atau transaksi langsung terutama kepada anak usia pelajar,” ujar Arianto.
Terkait penggunaan narkoba di masa pandemi Covid-19, dikatakan Arianto, lebih banyak menggunakan narkoba jenis ganja.
“Lebih banyak menggunakan ganja, karena sabu sekarang sudah didapat,” ujar Arianto.
Baca juga: Peredaran minol bisa dicegah dengan taat aturan
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, Muhlis Natsir, mengatakan pihaknya memperketat pengawasan terhadap pelabuhan dan perusahaan jasa pengiriman atau kargo yang menjadi sasaran penyeludupan oleh bandar narkoba.
“Kami juga melakukan pengawasan bersama kepolisian di tempat yang menjadi sasaran pengedar. Mari bersama-sama mencegah penyebaran narkoba di Papua sehingga kita hidup sehat,” ujar Muhlis.
Muhlis berharap peran serta masyarakat, bila melihat hal-hal yang mencurigakan agar melaporkannya kepada pihak berwajib untuk dilakukan pencegahan dini peredaran narkoba. (*)
Editor: Kristianto Galuwo
