Per 1 Oktober, Bank Papua tutup dua cabang di luar Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau lebih dikenal dengan Bank Papua kembali menutup dua kantor operasional cabang Bank Papua di luar Papua, setelah melakukan evaluasi menyeluruh.

Direktur Operasional  Bank Papua, Isak Wopari, mengatakan dari sisi bisnis ada pertumbuhan namun tak signifiikan sehingga harus dilakukan evaluasi dan akhirnya diputuskan Kantor Cabang Manado dan kantor kas Makale, Toraja, Sulawesi Selatan, ditutup.

“OJK telah memberikan restu dan terhitung 1 Oktober lalu dua kantor itu resmi ditutup. Selain itu keinginan Gubernur Papua dan para pemegang saham, yang menjadi dasar utama kami berpikir untuk menutup cabang-cabanng di luar Papua,” ujarnya.

Wopari mengemukakan ke depan tak menutup kemungkinan akan ada penutupan kantor cabang lagi selain di Manado dan Toraja, seperti di Jakarta, Surabaya, dan Makassar serta Yogyakarta.

“Kita akan evaluasi terus. Kemungkinan kita akan tutup Yogyakarta jika dibandingkan yang lain, bisnis masih bisa berkembang selain di Yogyakarta,” tegasnya.

Ditutupnya cabang di luar Papua, kata Wopari, tak menutup bisnis Bank Papua di Papua. Setelah dinyatakan bebas sebagai Bank dalam Pengawasan Intensif (BPDI) OJK, Bank Papua langsung melakukan ekspansi dengan membuka tiga kantor kas sekaligus yaitu di distrik Fayit, Kabupaten Asmat, dan dua kantor kas di distrik Bokondini dan distrik Kanggime Kabupaten Tolikara.

“Masyarakat sangat antusias dengan adanya perbankan Bank Papua,” katanya.

Selain itu, imbuh Wopari, rencana pembangunan beberapa kantor cabang seperti kantor cabang pembantu di SP4 Kabupaten Keerom, kantor cabang Bank Papua di Bintuni, dan kantor Bank Papua cabang Sentani, akan segera dilanjutkan setelah proses BPDI dilalui.

“Jika keuangan sudah normal, kami akan lanjutkan pembangunannya,” ujarnya.

Wopari mengatakan hingga saat ini jaringan Bank Papua baik kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas di Papua, Papua Barat, hingga luar Papua sebanyak 217 kantor.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mensinyalir akan ada beberapa kantor cabang Bank Papua yang kembali akan diusulkan untuk ditutup setelah penutupan tiga kantor cabang pembantu tahun ini.

"Saat ini kita evaluasi dan minta agar Bank Papua lebih baik ditutup jika tak memberikan kontribusi kepada bank milik Papua tersebut," ujar Pasaribu, saat ditemui Jubi.

Ia mensinyalir kemungkinan akan ada dua kantor cabang lagi di luar Papua yang akan ditutup meski dirinya tak menjawab secara pasti posisi tepatnya.

"Saya belum bisa sebut. Kita masih evaluasi itu," lanjutnya. (*)

Related posts