Penjara utama Tonga penuh, tidak ada lagi ruang

Penjara Hu’atolitoli. - Kaniva Tonga

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Penjara Hu’atolitoli dan fasilitas psikiatrinya di Tonga yang penuh sesak saat ini menjadi perhatian utama Komisaris Penjara Tonga Semisi Tapueluelu, psikiater dr. Mapa Puloka, dan pengadilan negara itu. Semakin banyak narapidana yang terpaksa diberikan penangguhan hukuman penjara karena tidak ada fasilitas yang masih luang untuk memenjarakan mereka.

Read More

Isu penyediaan fasilitas bagi narapidana dan perawatan yang tepat untuk orang dengan gangguan mental adalah masalah yang sudah lama berlangsung di Tonga. Sementara sistem ekonomi dan gaya hidup telah berubah, begitu juga dengan kepolisian dan pengadilan, fasilitas penjara di negara itu belum mampu mengikuti perubahan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir peningkatan jumlah pelanggaran narkoba dan alkohol serta penyakit mental yang diperparah oleh penyalahgunaan minuman alkohol, telah menyebabkan krisis bagi sistem pemasyarakatan.

Dr Mapa Puloka, kepala psikiater di Rumah Sakit Vaiola mengatakan bahwa dia telah memperjuangkan fasilitas psikiatri untuk Hu’atolitoli sejak 1992. Namun, hal tersebut tidak terwujud hingga 2019, ketika Bangsal Psikiatri di Hu’atolitoli selesai dibangun.

Dibangun di luar kompleks utama Hu’atolitoli, di area yang diamankan, saat ini fasilitas itu hanya dapat menampung delapan pasien.

Namun, ada 54 pasien psikiatri yang divonis untuk menerima perawatan kesehatan jiwa di Hu’atolitoli. Saat ini 40 pasien psikiatri dirawat di Rumah Sakit Vaiola dan 14 di Hu’atolitoli, dimana mereka dirawat oleh perawat penuh waktu dan diperiksa setiap hari oleh seorang dokter, dr.Pita Pepa.

Komisaris Penjara Tapueluelu mengatakan kesehatan mental di seluruh Tonga perlu dikelola dengan baik.

“Kalau semua pasien rawat jalan kita datangkan, jumlahnya di atas 1.000,” ungkap Semisi.

Di pulau-pulau terluar kebanyakan pasien psikiatri dirawat oleh keluarga mereka masing-masing. Namun jika mereka tidak dapat dikendalikan, mereka dikirim ke Hu’atolitoli. Lalu hanya ketika seorang pasien psikiatri di pulau-pulau terluar melakukan pelanggaran kriminal yang berat, atau telah membunuh orang lain, mereka dikirim ke Penjara Hu’atolitoli untuk ditahan dan menerima perawatan yang mereka perlukan. Pasien gangguan jiwa yang masih dapat dikendalikan dirawat di Vaiola. (Matangi Tonga)

 

Editor: Kristianto Galuwo

 

Related posts