Pengurus PMI Nabire dilantik, Pekei: Kami prioritaskan pelayanan kemanusiaan

Papua
Ketua Harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degey (kiri) saat menyerahkan bendera PMI kepada Ketua PMI Nabire, dokter Andreas Pekei (kanan) – Jubi/Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ketua Harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degey melantik Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Nabire. Pelantikan pengurus PMI Nabire periode 2020-2025, berlangsung di aula RSUD Nabire pada Rabu (17/2/21).

Zakius Degei, mengatakan dalam kepengurusan PMI Nabire kali ini semua unsur telah masuk seperti perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), dokter, perawat, kesehatan masyarakat, dan umum.

Read More

“Saya liat kepengurusan PMI Nabire sudah lengkap,” kata Degey.

Untuk itu menurut dia, pengurus segera melakukan orientasi kepalangmerahan serta membentuk relawan PMI. Sebab, pelantikan PMI Nabire merupakan bagian dari program kerja pengurus Provinsi bidang organisasi.

“Kalau bisa segera orientasi dan rekrut relawan yang siap bekerja. Ini bagian dari program kami di provinsi,” tuturnya.

Degey mengungkapkan, Nabire adalah kabupaten sentral bagi Kabupaten penyangga di sekitar. Sehingga, PMI Nabire akan membantu dan menentukan maju mundurnya PMI di Kabupaten tetangga.

Apalagi dari sisi fasilitas, SDM, dan kepengurusan, PMI Nabire sebih siap dan tentunya akan membantu PMI di Kabupaten Lain.

“Tanpa Nabire, PMI kabupaten seperti Paniai dan lainnya tidak bisa jalan, sebab Nabire ini induk,” tuturnya.

Ia berharap, dalam kepengurusan kali ini lebih fokus melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan, agar efeknya berdampak bagi masyarakat di wilayah Meegapo.

“Misalnya, kalau ada bencana di salah satu Kabupaten di wilayah Meepagi. Maka kami pasrri minta bantuan ke Nabire,” uangkap Degey.

Sementara itu, Ketua PMI Cabang Nabire, dokter Andreas Pekei mengatakan bahwa dengan terbentuknya kepengurusan PMI Nabire, akan berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya kemanusian.

Misalnya, ikut berperan dalam masalah kebencanaan, termasuk layanan utama adalah membantu meringankan beban permintaan donor darah.

“Kondisi di Nabire banyak sekali masyarakat membutuhkan donor darah. Itu salah satu tugas utama PMI sekali menangani masalah kebencanaan,” kata dokter Pekei.

Untuk itu menurut direktur RSUD Nabire ini, setelah penantikan akan dilakukan koordinasi denga seluruh pengurus. Kemudian akan berkoordinasi dengan seluruh potensi guna membahas program kerja lima tahun kedepan.

“Ada beberapa program akan kami bahas termasuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dan seluruh potensi PMI. Setidaknya, persoalan darah bisa teratasi dengan program yang akan dilaksanakan,” tutur dokter Pekei.***

Editor: Edho Sinaga

Related posts