Pendidikan seksual bisa selesaikan isu kehamilan remaja Tonga

Pelajar di pinggiran jalan di Tonga. - Sia Adams

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Remaja perempuan di Tonga hamil karena mereka tidak tahu tentang kontrasepsi, pasangan pria menolak untuk menggunakan kondom, dan perilaku sosial yang konservatif, menurut sebuah laporan baru.

Read More

Menurut laporan itu, berjudul Unplanned Adolescent Pregnancy in the Pacific: Tonga, angka kehamilan remaja yang tidak direncanakan cukup tinggi di banyak negara di kawasan Kepulauan Pasifik.

Laporan tersebut menyarankan bawah perempuan muda membutuhkan pendidikan seksual yang tepat, tetapi ketimpangan kekuasaan antara anak-anak perempuan dan laki-laki yang lebih tua perlu diatasi. Menurutnya, konvensi budaya, agama dan sosial di Tonga menyulitkan perempuan, baik yang lebih muda maupun sudah dewasa, untuk berbicara secara terbuka tentang kesehatan seksual dan reproduksi, kontrasepsi dan aborsi.

Peneliti dari Universitas New South Wales mewawancarai anak-anak berusia 16-19 tahun yang pernah hamil tentang pengalaman mereka, serta perempuan yang lebih tua yang didorong untuk berbagi tentang pengetahuan mereka akan praktik berbasis lokal.

Tim tersebut mewawancarai 26 orang di Tongatapu, Vava’u, dan Ha’apai. Semua peserta baik masih di sekolah menengah atau baru saja lulus, ketika mereka tahu bahwa mereka hamil. Secara meluas, semuanya merasa takut untuk memberitahukan orang tua mereka.

Laporan tersebut menambahkan bahwa ketersediaan alat kontrasepsi yang minim, dan kurangnya informasi dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak direncanakan.

Umumnya literatur mengenai kehamilan remaja berasal dari sudut pandang dunia barat dan menekankan layanan klinis untuk mengurangi fertilitas remaja. Namun, ada pihak yang berpendapat bahwa kesehatan dan kesejahteraan ibu-ibu remaja di Pasifik itu akan lebih baik efektif dengan mempertimbangkan budaya dan keadaan sosial masyarakat.

Pengetahuan tentang kontrasepsi dan kesehatan seksual dan reproduksi masih rendah di antara perempuan-perempuan muda yang diwawancarai.

“Kebanyakan dari mereka tahu bahwa mereka bisa hamil jika melakukan hubungan seks tanpa kondom, tetapi entah kenapa alasannya mereka tidak berpikir bahwa mereka akan hamil ketika mereka melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan ayah dari anak mereka,” ungkap laporan itu. (Kaniva Tonga)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts