Pemprov Papua menjajaki kerjasama pembangunan PLTA dengan FMG Australia

Listrik Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua jajaki kerjasama pembangunan pembangkit listrik dengan perusahaan asal Australia, Fortescue Metals Group atau FMG. Perusahaan FMG yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu akan membangun pembangkit listrik tenaga air dengan teknologi hydropower di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua, Fred James Boray menyatakan rencana kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) itu sudah setujui Gubernur Papua dan Bupati Mamberamo Raya. Pemerintah Provinsi Papua akan turut berinvestasi dalam proyek itu. “Hanya saja, kami menunggu kepastian dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk kelanjutannya,” kata Boray di Jayapura, Selasa (13/10/2020).

Read More

Boray menyatakan jika pembangunan PLTA berteknologi hydropower itu terealisasi,  proyek itu akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Papua. Perekonomian di Mamberamo Raya juga akan terpacu, karena pembangunan PLTA berteknologi hydropower itu akan diikuti dengan pembangunan industri.

Baca juga: Demi PON XX Papua, PLN segera rampungkan pembangkit 50 MW

Menurutnya, teknologi hydropower yang digunakan bisa membangkitkan daya listrik hingga 20 gigawatt. “Kalau pembangunannya jadi, maka kami targetkan pengembangan hydropower Mamberamo Raya hasilkan daya hingga 20 gigawatt,” ujarnya.

Rencana pembangunan hydropower di Mamberamo Raya sebenarnya sudah direncanakan sejak 2019, seusai Gubernur Lukas Enembe berkunjung ke China. Dalam kunjungan pada Desember 2019 itu, Enembe datang ke Shanghai, serta kota industri dan manufaktur Wenzhou dan Tongxiang di Provinsi Zhejiang.

Menurut Enembe, jika PLTA berteknologi hydropower dibangun di Mamberamo Raya, kawasan itu akan memiliki daya dukung untuk membangun kota baru, bandara, dan pelabuhan internasional. Pembangunan kawasan baru itu bisa menyerap 100 ribu lebih tenaga kerja.

Hydropower yang akan dibangun ini sebesar 23 ribu mega watt, dengan diikuti berbagai fasilitas. Untuk itu, saya sangat berharap mereka bisa segera masuk ke Papua,” ujar Enembe.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts