Papua No.1 News Portal | Jubi
Enarotali, Jubi – Seluruh masyarakat Kampung Uwibutu, Madi, Distrik Paniai Timur sepakat mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai yang akan menormalisasi Kali Tuniyai yang mengalir dari gunung Ekaugi sampai ke Kali Weya dan Danau Paniai.
Tokoh masyarakat kampung Uwibutu Madi, Podadi Adii, mengatakan tetap mendukung apa pun yang dilakukan pemkab terkait penanggulangan banjir bandang.
“Kami mau semua aman, rumah sakit harus aman, sekolah harus aman, kebun, rumah dan kesehatan kami. Maka terkait normalisasi ini, kami seluruh masyarakat Uwibutu sudah sepakat memberikan lokasi untuk tanah timbunan dan banjir ini harus segera diatasi,” ujarnya, kepada Jubi di tempat kejadian, Kamis (21/1/2021).
Mama Bertha Madai, salah satu warga setempat juga mengatakan bahwa prihatin atas musibah yang telah membanjiri dua kebun miliknya yang ditanami keladi, ubi, sayur, kacang tanah dan kedelai.
“Ini gara-gara sampah yang biasa dibuang di atas (ujung Kali Tuniyai) sehingga begitu hujan berturut-turut semua sampah berserakan dan terjadi longsor. Saya minta dengan tegas jangan buang sampah sembarang di lokasi ini,” kata Madai.
Selain itu, selama ini pihaknya menikmati air yang penuh dengan sampah itu. “Kami ini minum air yang ada sampah, kamu jangan buang sampah di sini sudah.”
“Pemerintah atau Bapak Bupati Paniai tolong bangun kembali kami punya rumah yang sudah rusak ini. Kami sudah tidak bisa tinggal di rumah lagi,” harapnya.
Bupati Paniai, Meki Nawipa, yang berada di lokasi kejadian untuk membagikan sembako menanggapi dan berjanji akan membangun kembali rumah warga.
“Saya dan tim akan bicara lagi untuk bangun kembali tiga rumah yang sudah hancur. Itu sudah pasti kami bangun,” kata Nawipa.
Untuk sementara, kata dia, pihaknya fokus menormalisasi kali agar air bisa mengalir dengan aman dan lancar.
“Jangan sampai ada banjir susulan lagi jadi kami antisipasi dengan normalisasi kali sampai di rawa-rawa sana. Di sini sudah ada dua alat berat yang masuk, dan sudah mulai kerja dari kemarin,” katanya. (*)
Editor: Kristianto Galuwo
