Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura tengah mendorong para petani agar memanfaatkan fasilitas modern untuk menggarap dan mengelola lahan pertanian mereka.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, pengelolaan sistem pertanian di daerah yang dipimpinnya tak lagi menggunakan cara-cara tradisional.
“Zaman semakin berubah, teknologi semakin berkembang. Itu harus dimanfaatkan agar para petani yang ingin membuka lahan yang besar dan luas tidak perlu bekerja sekuat tenaga. Sekarang saatnya kita gunakan fasilitas modern, seperti traktor, mesin penggarap tanah sekaligus menanam bibit padi,” kata Mathius di Sentani, Rabu (7/6/2017).
Ia bahkan mengharapkan agar fasilitas yang akan digunakan ini menjadikan petani berkemauan keras untuk mengolah lahan secara maksimal.
“Bayangkan saja kalau lahan yang besar lalu dikerjakan secara manual, pasti petani akan menunggu dan tahapan pengelolaannya pasti lama,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura Adolof Yoku menyebutkan, dinas yang dipimpinnya memiliki tiga Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di beberapa tempat. Sejumlah UPTD dilengkapi fasilitas penunjang untuk mengolah lahan pertanian.
“Kita punya tiga UPTD, pertama untuk pembibitan khususnya untuk buah-buahan, kedua untuk palawija, pertanian dan unit pelayanan pertanian yang menggunakan mesin-mesin pertanian, dan ketiga untuk pangan lokal dan sayur-sayuran,” katanya.
Yoku melanjutkan, ada 25 unit mesin combain, 12 unit traktor roda empat, 12 unit hand traktor, mesin pengulas kacang tanah, mesin perontok (power treaser), mesin tanam, 25 unit mesin pompa air dan dilengkapi fasilitas penunjang untuk penelitian khusus di bidang pertanian.
Dengan fasilitas modern, pembukaan lahan bagi petani yang tadinya seluas 1.300 hektare kini menjadi 1.600 hektare. Tahun ini pun akan ditambah lahan yang dikelola seluas 50 hektare. (*)
